Humas KONI : Porprov Kedepan Yang Bermain itu Hanya Atlet – Atlet Jabar

44

KILASGARUTNEWS| Humas Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONi) Kabupaten Garut Agus Barkah (Abar) mengaku masih tetap optimis. Walaupun tipis dengan sisa pertandingan dua hari kedepan untuk masuk. Namun hari ini kita menambah 7 medali emas, 8 perak dan, 5 perunggu.”ungkap Agus Barkah kepada wartawan saat ditemui di area kolam renang Talaga Bodas,jl Suherman Kecamatan Tarogong kidul, kabupaten Garut Jawa barat.Rabu 16/11/2022).

Artinya ,kata Agus bahwa, kita mampu melewati Kabupaten Sukabumi di peringkat 11,dan sekarang kita peringkat 11 terpaut sekitar 4 medali. Jadi saya rasa, kalau kita lihat di emas itu ada di Pencak Sila, lalu di Renang indah mungkin di hari Jumat, lalu juga di Arung Jeram kita masih berharap banyak.

lalu, ada juga di Danza,selam,dan di sepeda kita masih berharap bisa menyumbangkan mendali.”harapnya

Jadi,lanjut ia, saya rasa kita masih on the track untuk tetap terhadap target kita di 10 besar. Tapi dari sepanjang perhelatan pertama ini dari sampai menjelang hari akhir ini dibandingkan dengan tahun 2012 kita memperoleh peningkatan yang cukup signifikan. Karena kita dulu 11 emas, sekarang kita sudah hampir mencapai 18 emas,Agus menilai, ini merupakan peningkatan yang cukup bagus dan mudah -mudahan mampu melewati Kabupaten lain untuk bertengger di 10 besar.”harapnya.

Mengenai banyak atlet atlet papan atas yang ikut bertanding di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov)Jawa barat ke XIV,lebih lanjut Agus Barkah berharap dan berpesan ,ya ini merupakan sebuah masukan saja agar kedepan Koni jabar juga harus harus berani memberi atau membuat terobosan baru dengan mengadopsi apa yang dilakukan oleh misalkan Porprov Jatim tidak melarang atlet-atlet yang sudah level atas seperti Sea games,pon untuk bermain di level Porprov seperti ini.”katanya

Masih menurut Agus, karena bahwa Porprov ini adalah satu momentum untuk pembinaan atlet. Barangkali kalau misalkan atlet – atlet papan atas masih bermain ini juga sedikit menjadi kendala buat para pemain daerah potensial yang ingin menunjukkan dirinya. Dan hari ini kita bisa di Renang dan di Cabor lain atlet – atlet papan atas yang sangat menguasai semua nomor,sehingga para Kabupaten peserta yang memang terkendala dengan anggaran dan lain lainnya tidak mampu berbuat banyak”.

Selain itu, kami berharap bahwa teknikal Hand books itu betul betul ditaati karena ada banyak kasus misalnya, di Tenis Meja,di Gulat lalu juga di Pencak silat terjadi ada kericuhan yang tiba tiba aturan teknical hand books yang merupakan pokok dasar pertandingan atau panduan pertandingan itu bisa terkalahkan oleh keputusan -keputusan yang sesaat diambil ketika tehknical meting ,ini kan yang sangat disayangkan,”

Lanjutnya,sehingga hal itu ada asumsi ada pemain siluman yang tiba – tiba main dari pemain nasional, yang tiba-tiba harus hadir main karena memang keputusan-keputusan tehnical meeting .ini juga merugikan terhadap daerah daerah yang jauh- jauh hari sudah mempersiapkan.

Di teknical handbook itu kan sudah jelas ya peserta Porprov itu adalah peserta yang mengikuti babak kualifikasi dan hari ini ada beberapa Cabor yang ricuh hanya karena memang ada beberapa yang tidak konsisten menjalankan tehnical handbook,jadi ada beberapa yang harus diperbaiki untuk Porprov kedepan bagaimana Porprov kedepan itu lebih kepada orientasinya kepada pembina atlet atlet daerah dan lain-lainnya.

“Sehingga tidak lahir bahwa Porprov hari ini dikuasai oleh para para pemegang modal,para kabupaten yang memang dibekali yang luar biasa”sambungnya.

Barangkali ke depan betul-betul orientasi pembinaan atlet. Harusnya kalau mutasi ini juga harus diperbaiki aturan mutasi. Mutasi seharusnya khusus buat atlet di lingkungan Jawa Barat jangan ada atlet-atlet yang diluar Jawa barat masuk ke kita,tentu ini kan sangat mengganggu atau mencemari tadi azaz pembinaan itu sendiri”tegasnya.(Agus).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here