DPR RI Turun Tangan! Cucun Awasi Ketat Dapur MBG Garut, Instruksikan 10 SOP Pangan Wajib Jalan - Kilas Garut News

DPR RI Turun Tangan! Cucun Awasi Ketat Dapur MBG Garut, Instruksikan 10 SOP Pangan Wajib Jalan

Avatar photo

- Reporter

Sabtu, 27 September 2025 - 23:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mendampingi kunjungan kerja Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, ke Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) Al Bayyinah 2, Kantor Kecamatan Kadungora, serta MTs dan MA Maarif Cilageni, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Jum'at (26/9/2025).

i

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mendampingi kunjungan kerja Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, ke Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) Al Bayyinah 2, Kantor Kecamatan Kadungora, serta MTs dan MA Maarif Cilageni, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Jum'at (26/9/2025).

KILASGARUTNEWS.id|Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mendampingi kunjungan kerja Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, ke Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) Al Bayyinah 2, Kantor Kecamatan Kadungora, serta MTs dan MA Maarif Cilageni, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Jum’at (26/9/2025).
‎
‎Kunjungan ini merupakan bentuk respons cepat sekaligus pengawasan ketat terhadap pelaksanaan program MBG di Garut, menyusul insiden keracunan yang menimpa sejumlah siswa di wilayah tersebut.
‎
‎Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memastikan keamanan pangan pada program MBG. Ia menegaskan bahwa insiden di Garut menjadi pelajaran penting, mengingat data nasional mencatat sekitar 5.000 kasus keracunan dari Januari hingga September.
‎
‎Cucun menekankan pentingnya agar program MBG tidak ternodai oleh kelalaian. Ia meminta seluruh pelaksana untuk senantiasa menerapkan 10 Standar Operasional Prosedur (SOP) keamanan pangan secara disiplin tanpa ada yang terlewat. Menurutnya, pengelolaan harus dilakukan mulai dari penerimaan bahan hingga distribusi, dengan standar keamanan yang ketat dan tanpa intervensi pihak lain.
‎
‎”Kalo ini memang kelalaian dan teledor, kaji lebih dalam. Kalo ini kelalaian disengaja, silakan lakukan pemeriksaan,” tegas Cucun.
‎
‎Sebagai langkah penguatan pengawasan, Cucun menyampaikan bahwa dapur-dapur SPPG ke depan akan dilengkapi dengan alat tes makanan sebelum distribusi. Selain itu, ukuran dapur SPPG akan diperluas dari 15×20 menjadi 20×20 meter, guna memastikan alur proses yang higienis, mulai dari penyaringan barang, pemisahan gudang basah/kering, hingga pemisahan proses memasak nasi dan lauk. Pengawasan keamanan juga akan diperkuat secara kolaboratif dengan melibatkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
‎
‎Sementara itu, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyatakan keterkejutannya atas insiden tersebut. Ia meminta seluruh pihak terkait untuk segera merapatkan barisan, serta mengapresiasi kecepatan penanganan yang dilakukan berbagai pihak.
‎
‎”Ini musibah yang kita tidak inginkan, dan saya yakin Bapak/Ibu yang hadir dalam kegiatan ini untuk mencari solusi bahwa ke depan agar tidak terjadi lagi,” ujar Bupati.
‎
‎Bupati menambahkan bahwa program MBG telah memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Garut. Ia pun berpesan agar masyarakat tetap tenang dalam menyikapi peristiwa ini.
‎
‎Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Garut, Salsa, melaporkan bahwa saat ini terdapat 80 SPPG yang sudah beroperasi di Garut. Ia juga menyinggung insiden keracunan di Kecamatan Kadungora yang menimpa 30 siswa SD dan MA.
‎
‎Salsa menduga insiden tersebut terjadi akibat keterlambatan pembagian MBG.
‎
‎”Dijadwalkan pukul 9, tetapi ada kekurangan nasi jadi kami memasak nasi terlebih dahulu, jadi si ayam yang seharusnya berangkat semula pukul 9 itu jadi ngaret pukul 10/11,” jelasnya.
‎
‎Keterlambatan tersebut diduga menyebabkan makanan melewati batas waktu aman untuk dikonsumsi. Ia memastikan seluruh korban yang sempat dirawat kini sudah dinyatakan pulih dan dalam kondisi aman.

Baca Juga :  Polsek Banyuresmi Polres Garut Hadir di SD Negeri 1 Sukakarya Disambut Siswa dan Para Guru

(dk)

Berita Terkait

Banjir Sisakan Lumpur dan Sampah, Polsek Cisurupan Bersama Warga Bergerak
Operasi Patuh Lodaya 2026 Resmi Dimulai, Kapolres Garut Tegaskan Keselamatan, Pelanggaran Tak Bisa Diabaikan
Detik-Detik Perahu Nelayan Dihantam Ombak di Santolo, Tiga Nelayan Dilarikan ke Puskesmas
Tak Bedakan Agama, Kapolres Garut Pastikan Keamanan Ibadah Umat Kristiani
Polres Garut Sita 75 Botol Miras, Kapolres AKBP Niko Tegaskan Komitmen Jaga Kamtibmas
Dandim 0611/Garut Beri Pesan Khusus kepada Babinsa dan Persit Saat Kunjungan ke Tiga Koramil
Jangan Tunggu Ditilang, Ops Patuh Lodaya 2026 Dimulai 26 Oktober 2026 Satlantas Polres Garut Ingatkan Keselamatan
Asops Kasal Turun ke Garut, KDMP Mekargalih Diverifikasi untuk Perkuat Ekonomi Desa
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:57 WIB

Banjir Sisakan Lumpur dan Sampah, Polsek Cisurupan Bersama Warga Bergerak

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:32 WIB

Operasi Patuh Lodaya 2026 Resmi Dimulai, Kapolres Garut Tegaskan Keselamatan, Pelanggaran Tak Bisa Diabaikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Detik-Detik Perahu Nelayan Dihantam Ombak di Santolo, Tiga Nelayan Dilarikan ke Puskesmas

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:32 WIB

Tak Bedakan Agama, Kapolres Garut Pastikan Keamanan Ibadah Umat Kristiani

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:28 WIB

Dandim 0611/Garut Beri Pesan Khusus kepada Babinsa dan Persit Saat Kunjungan ke Tiga Koramil

Berita Terbaru

 

ALERT : Content Is Protected !!