KILASGARUTNEWS.id|Ramadhan adalah bulan empati. Bulan ketika rasa lapar mengajarkan arti peduli, dan ketika hati diuji untuk lebih peka terhadap penderitaan sesama.
Di Kampung Panyeredan RT 02 RW 05, Desa Sukaratu, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut, Jawa Barat, dua penyandang disabilitas menjalani hari-hari Ramadhan dalam keterbatasan yang tidak ringan. Jumat (20/2/2026).
Bapa Ohim adalah penyandang disabilitas netra—ia tidak dapat melihat. Dalam kesehariannya, ia sangat bergantung pada bantuan orang lain untuk beraktivitas. Sementara Reza hidup dengan disabilitas dalam kemampuan berbicara dan kondisi mental, yang membuatnya kesulitan berkomunikasi serta berinteraksi secara normal.
Keduanya bertahan dalam kondisi ekonomi yang serba terbatas. Kondisi inilah yang ditemukan dan divalidasi oleh LKSA Al Usman saat melakukan pendampingan sosial di wilayah tersebut. Data yang dihimpun menunjukkan bahwa keduanya membutuhkan perhatian dan bantuan jaminan hidup secara mendesak.
Tanpa menunggu lama, laporan resmi segera disampaikan kepada Dinas Sosial Kabupaten Garut melalui Bidang Rehabilitasi Sosial.
Dan di bulan suci yang penuh hikmah ini, respons datang cepat. Kurang dari 24 jam setelah laporan diterima dan diverifikasi, atas arahan Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Ganjar Nugraha Kuswara, SE., M.Si, staf Rehabsos yakni Cucu Sumiati, S.E., M.Si dan Yusuf Ramdan, SST turun langsung ke lapangan.
Mereka mendatangi LKSA Al Usman, kemudian bergerak menuju rumah penerima manfaat untuk menyerahkan bantuan secara langsung.
Sejumlah paket sembako berupa beras, ikan sarden, gula pasir, minyak goreng, mie instan rebus, serta perlengkapan mandi diserahkan kepada Bapa Ohim dan Reza. Bantuan tersebut bukan sekadar simbolis, tetapi menjadi penguat kehidupan mereka di tengah keterbatasan.
Kabid Rehabsos Dinas Sosial Kabupaten Garut, Ganjar Nugraha Kuswara, SE., M.Si, menegaskan bahwa Ramadhan harus menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial.
“Di bulan yang penuh berkah ini, kita tidak boleh menutup mata terhadap saudara-saudara kita yang rentan. Begitu laporan dari LKSA Al Usman kami terima dan dinyatakan valid, kami langsung bergerak. Penyandang disabilitas adalah prioritas dan tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua LKSA Al Usman, Deden Kurnia, S.Pd, menegaskan bahwa Ramadhan bukan hanya tentang ibadah ritual, tetapi juga tentang keberpihakan sosial.
“Ramadhan mengajarkan kita untuk merasakan. Bapa Ohim yang tidak bisa melihat, dan Reza yang memiliki keterbatasan dalam bicara serta mental, adalah saudara kita. Mereka harus kita jaga martabatnya. Kami tidak ingin mereka merasa sendiri,” ungkap Deden dengan penuh haru.
Ia menambahkan bahwa LKSA Al Usman akan terus bergerak melakukan pendataan dan pendampingan agar tidak ada lagi penyandang disabilitas yang luput dari perhatian.
“Kemanusiaan tidak boleh musiman. Ramadhan hanya menguatkan hati kita untuk bergerak lebih cepat dan lebih tulus,” tambahnya.
Di Panyeredan, bantuan itu bukan sekadar sembako. Ia adalah tanda bahwa empati masih hidup. Bahwa kolaborasi antara lembaga sosial dan pemerintah mampu menghadirkan kehadiran nyata negara di tengah masyarakat yang membutuhkan. Dan di bulan suci ini, kepedulian menjadi ibadah yang paling terasa maknanya.
(dk)
KILASGARUTNEWS.id|Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh Polres Garut melalui kegiatan donor darah rutin yang digelar…
KILASGARUTNEWS.id|Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut, Agus Kurniawan, melakukan monitoring pelaksanaan Program Makan…
KILASGARUTNEWS.id|Suasana penuh kebersamaan dan rasa syukur menyelimuti warga Kampung Keramat Kidul dan Kampung Cirandaka saat…
KILASGARUTNEWS.id|Satres Narkoba Polres Garut kembali berhasil mengungkap kasus tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika…
KILASGARUTNEWS.id|Polres Garut melalui Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) melaksanakan kegiatan penyerapan hasil panen jagung dari…
KILASGARUTNEWS.id|SDN 2 Sukaratu resmi membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026/2027. Pembukaan pendaftaran…