Kilas Sosial

Bursa Sekda Garut Makin Membara, Tiga Nama Ini Jadi “Pilihan Warga” Pengganti H. Nurdin Yana

KILASGARUTNEWS.id|Dinamika politik birokrasi di Kabupaten Garut mulai memanas. Menjelang berakhirnya masa jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Garut, H. Nurdin Yana, publik mulai ramai membicarakan siapa sosok paling pantas mengisi kursi strategis nomor satu di jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut.

Di tengah perbincangan yang kian riuh, muncul tiga nama kuat yang disebut-sebut sebagai “pilihan warga” dan digadang-gadang layak menjadi pengganti: Dr. Hj. Leli Yuliani, M.M., M.Kes., Dr. Agus Ismail, S.T., M.T., dan Drs. Bambang Hafidz, M.Si.

Kursi Sekda bukan jabatan biasa. Ia adalah motor penggerak birokrasi, jembatan kebijakan Bupati, sekaligus pengendali ritme pembangunan daerah. Tak heran jika bursa calon Sekda Garut kali ini menyedot perhatian luas dari ASN, tokoh masyarakat, hingga kalangan akademisi.

Dr. Hj. Leli Yuliani, M.M., M.Kes – Srikandi Birokrasi yang Sarat Pengalaman

Nama Dr. Hj. Leli Yuliani mencuat sebagai figur perempuan tangguh dengan pengalaman panjang di pemerintahan. Dikenal disiplin, tegas, dan memiliki latar belakang manajerial serta kesehatan, ia dinilai mampu membawa sentuhan humanis sekaligus ketegasan dalam tata kelola birokrasi.

Sejumlah kalangan menyebut, Garut butuh “energi baru” dan kepemimpinan yang adaptif di era transformasi digital dan pelayanan publik berbasis kinerja. Sosok Leli dinilai memiliki kapasitas tersebut.

“Beliau figur yang komunikatif dan punya pengalaman memimpin OPD besar. Kalau bicara reformasi birokrasi, beliau sangat memahami teknisnya,” ujar salah seorang tokoh masyarakat Garut yang enggan disebutkan namanya.

Jika terpilih, Leli berpotensi menjadi salah satu perempuan dengan jabatan tertinggi dalam struktur birokrasi Garut—sebuah langkah progresif yang bisa mencatatkan sejarah baru.

Dr. Agus Ismail, S.T., M.T – Teknis, Visioner, dan Berorientasi Pembangunan

Nama kedua yang tak kalah kuat adalah Dr. Agus Ismail. Berlatar belakang teknik dan dikenal dekat dengan isu pembangunan infrastruktur serta perencanaan strategis, Agus disebut-sebut sebagai figur yang sistematis dan berorientasi hasil.

Di tengah tuntutan percepatan pembangunan dan efisiensi anggaran, banyak pihak menilai Garut membutuhkan Sekda yang mampu berpikir teknokratis dan presisi.

“Pak Agus punya visi pembangunan yang jelas dan kuat dalam perencanaan. Garut butuh birokrasi yang bergerak cepat dan terukur,” ungkap seorang pengamat kebijakan publik di Garut.

Jika Agus Ismail naik sebagai Sekda, publik memperkirakan fokus utama akan tertuju pada optimalisasi kinerja OPD, percepatan proyek strategis, serta harmonisasi perencanaan daerah dengan RPJMD.

Drs. Bambang Hafidz, M.Si – Senior, Stabil, dan Paham Medan Birokrasi

Sementara itu, nama Drs. Bambang Hafidz, M.Si juga tak bisa dipandang sebelah mata. Dikenal sebagai birokrat senior dengan pengalaman panjang di berbagai lini pemerintahan, Bambang dinilai memahami “medan tempur” birokrasi Garut dari dalam.

Stabilitas, komunikasi lintas sektor, dan kemampuan meredam dinamika internal menjadi kekuatan yang melekat pada sosoknya.

“Pak Bambang tipe pemimpin yang tenang, matang, dan bisa mengayomi. Dalam situasi birokrasi yang dinamis, itu sangat dibutuhkan,” kata seorang ASN di lingkungan Pemkab Garut.

Bagi sebagian kalangan, pengalaman dan jam terbang menjadi faktor penting untuk menjaga kesinambungan program serta stabilitas pemerintahan.

Perbincangan di ruang-ruang publik, termasuk media sosial dan forum diskusi warga, menunjukkan antusiasme tinggi. Masing-masing kandidat memiliki basis dukungan dan keunggulan tersendiri.

Ada yang menginginkan perubahan drastis dengan sentuhan baru. Ada pula yang mengedepankan kesinambungan dan stabilitas. Bahkan, sebagian kalangan menilai sosok Sekda ke depan harus mampu menjadi “dirigen” yang tegas, bersih, dan berani melakukan pembenahan internal.

Namun satu hal yang pasti, keputusan akhir tetap berada di tangan mekanisme seleksi resmi dan kewenangan pimpinan daerah sesuai regulasi yang berlaku.

Bursa Sekda Garut kini menjadi salah satu isu paling hangat di lingkungan birokrasi. Siapapun yang terpilih nantinya, publik berharap figur tersebut mampu membawa Garut lebih maju, responsif, dan berintegritas.

Akankah Garut dipimpin oleh srikandi birokrasi? Tekhnokrat visioner? Atau birokrat senior penuh pengalaman?

Waktu yang akan menjawab. Yang jelas, pertarungan menuju kursi Sekda Garut semakin seru dan penuh kejutan.

(dk)

Kilas Garut News

Recent Posts

Polres Garut Ungkap Dugaan Peredaran Sabu 5,07 Gram di Karangpawitan

KILASGARUTNEWS.id|Satuan Reserse Narkoba Polres Garut mengungkap dugaan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika jenis sabu di…

4 jam ago

Ketua FLKSI Jabar Deden Kurnia, Sertifikasi SDM Kesos Bukan Sekadar Formalitas, Perlindungan Penerima Manfaat Harus Jadi Prioritas

KILASGARUTNEWS.id|Ketua Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial Indonesia (FLKSI) Jawa Barat, Deden Kurnia, S.Pd., menegaskan bahwa peningkatan…

19 jam ago

Wamendikdasmen Buka Rakornas V di Garut, Revisi UU Sisdiknas Disorot: Partisipasi Publik Tak Boleh Formalitas

KILASGARUTNEWS.id|Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Republik Indonesia, Prof. Latip Latipulhayat, secara resmi membuka…

20 jam ago

Bupati Garut Bongkar Kesenjangan Partisipasi Sekolah: Wajib Belajar 13 Tahun Terancam Jika Anak Masih Putus Pendidikan

KILASGARUTNEWS.id|Ambisi mewujudkan generasi unggul menuju Indonesia Emas masih menghadapi pekerjaan rumah serius di Kabupaten Garut.…

20 jam ago

API TPA Pasir Bajing Garut Hampir 99 Persen Tuntas, Bupati Soroti Sampah 300 Ton per Hari dan Anggaran Pengelolaan

KILASGARUTNEWS.id|Penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pasir Bajing, Kabupaten Garut, diklaim hampir sepenuhnya tuntas.…

20 jam ago

Bunda PAUD Garut Tekankan Pengembangan Anak Tak Cukup di Ruang Kelas, PAUDHI Jadi Kunci Generasi Unggul

KILASGARUTNEWS.id|Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Garut, Tinneke Hermina, menegaskan pengembangan anak usia dini…

20 jam ago