FLKSI Jabar Sebut Lonjakan Kemiskinan Ekstrem Garut Alarm Keras Kegagalan Kebijakan - Kilas Garut News

FLKSI Jabar Sebut Lonjakan Kemiskinan Ekstrem Garut Alarm Keras Kegagalan Kebijakan

Avatar photo

- Reporter

Kamis, 19 Februari 2026 - 20:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KILASGARUTNEWS.id|Ketua Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial Indonesia (FLKSI) Jawa Barat, Arga, menyoroti serius lonjakan angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Garut yang mencapai sekitar 259,32 ribu jiwa atau 9,68 persen dari total penduduk.

Menurut Arga, kepada sejumlah awak media menyampaikan, angka tersebut bukan sekadar data statistik, melainkan cerminan persoalan mendasar dalam tata kelola pembangunan daerah. Kamis (19/2/2026).

“Jika angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Garut mencapai lebih dari 259 ribu jiwa, maka ini bukan sekadar persoalan teknis. Ini alarm keras dan kegagalan serius dalam keberpihakan anggaran,” tegasnya.

Ia menilai, peningkatan angka kemiskinan harus menjadi momentum evaluasi total terhadap arah kebijakan pemerintah daerah, khususnya program-program yang bersentuhan langsung dengan kesejahteraan masyarakat kecil.

FLKSI Jawa Barat juga menyoroti kondisi infrastruktur yang dinilai belum optimal. Sekitar 11,2 persen infrastruktur jalan masih membutuhkan perbaikan. Kondisi tersebut berdampak pada distribusi barang, mobilitas masyarakat, hingga melambatnya perputaran ekonomi lokal.

Selain itu, penataan kawasan perkotaan disebut belum sepenuhnya berpihak pada pelaku usaha mikro dan pedagang kecil yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

Momentum peringatan Hari Jadi Garut, kata Arga, seharusnya menjadi ruang refleksi atas capaian pembangunan, bukan sekadar seremoni.

“Jangan sampai rakyat hidup dalam keterbatasan, sementara elite sibuk dengan seremoni dan pencitraan. Pemerintah daerah harus bertanggung jawab secara moral dan administratif,” ujarnya.

Arga menilai, tingginya angka kemiskinan ekstrem tidak lepas dari berbagai program pemerintah yang dinilai tidak tepat sasaran. Bahkan, ia menyinggung adanya dugaan dominasi penguasa dan mafia anggaran dalam pelaksanaan sejumlah program dan kegiatan di Garut.

Baca Juga :  Bupati Garut Raih Penghargaan Bapak Pembangunan Dari KNPI Garut

“Hal ini terlihat dari berbagai program pemerintah yang sudah direalisasikan, namun diduga banyak terjadi penyelewengan. Program dan kegiatan justru didominasi dan dimiliki oleh para penguasa serta mafia anggaran di Garut,” ujarnya.

Berikut sejumlah sektor yang menjadi sorotan FLKSI Jawa Barat yang pertama, seperti Dinas Pendidikan Garut, ditemukan kegiatan fasilitasi pengelolaan bina mental spiritual melalui pembangunan sarana, prasarana, dan utilitas sekolah. Namun, penerima manfaat dan besaran anggaran disebut memiliki kewajiban tertentu yang dinilai tidak transparan.

Kedua, pada kegiatan peningkatan kemampuan potensi sumber kesejahteraan sosial kelembagaan masyarakat kewenangan kabupaten, diduga kuat hanya bersifat seremonial dan bahkan terindikasi kegiatan fiktif.

Ketiga, Dinas UMKM Garut dalam program pemulihan usaha mikro, mayoritas penerima manfaat diduga berasal dari kalangan keluarga dan kerabat pejabat. Program tersebut dinilai tidak menyentuh pelaku usaha kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi Garut, terutama pedagang kaki lima yang selama ini justru menggerakkan peredaran ekonomi daerah.

Keempat pada pelaksanaan kebijakan di bidang pendaftaran ormas, pemberdayaan, evaluasi, mediasi sengketa, hingga pengawasan ormas dan ormas asing daerah, Arga menyebut adanya dugaan pola permainan oknum mafia anggaran.

Kelima Dinas DPMD Garut, sebagai pintu masuk peningkatan PAD desa, program fasilitasi pengembangan usaha ekonomi masyarakat/desa dalam meningkatkan PAD diduga kuat dimanfaatkan oleh oknum pejabat internal. Hal ini dinilai memicu kesenjangan ekonomi dan sosial yang semakin melebar di Garut.

Baca Juga :  Mobil Minibus Terjun Ke Parit di Cikelat, Unit Disdamkar Diturunkan Untuk Evakuasi

Kegiatan koordinasi dan pengembangan kewirausahaan pemuda, pembinaan atlet berprestasi, hingga kerja sama organisasi keolahragaan disebut perlu diaudit. Bahkan, disoroti pula adanya hibah yang diterima oleh unsur pimpinan dinas yang juga memiliki posisi strategis dalam organisasi olahraga daerah.

Ketujuh, Setda Garut ditemukan kegiatan fasilitasi pengelolaan bina mental dan spiritual, dengan salah satu penerima manfaat disebut berasal dari unsur lembaga tertentu yang hingga kini dinilai belum sepenuhnya transparan.

FLKSI Jabar mendorong evaluasi menyeluruh terhadap berbagai program di perangkat daerah yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan sosial, termasuk sektor pendidikan, sosial, UMKM, pemberdayaan desa, hingga pengelolaan hibah.

Arga menegaskan pentingnya keterbukaan dalam pengelolaan keuangan daerah.

“Setiap rupiah anggaran daerah adalah uang rakyat. Jika tidak tepat sasaran, maka itu adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanah publik, kami mendesak audit terbuka dan transparansi penuh. Jika tidak ada yang disembunyikan, maka tidak perlu ada yang ditakutkan.”

Sebagai organisasi yang bergerak di bidang kesejahteraan sosial, FLKSI Jawa Barat menekankan bahwa pengentasan kemiskinan ekstrem harus menjadi prioritas utama pembangunan daerah.

“Hari Jadi Garut seharusnya menjadi refleksi kejujuran pembangunan, bukan sekadar panggung kemeriahan di tengah derita masyarakat kecil,” tutup Arga.

FLKSI Jawa Barat menyatakan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan publik agar tetap berpihak pada rakyat serta menjunjung tinggi prinsip transparansi dan akuntabilitas.

(red*)

Berita Terkait

AKBP Yugi Bayu Hendarto Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Ingatkan Pentingnya Merawat Kebhinekaan
Bupati Garut Cek Kesehatan Hewan Kurban, Pasar Andir Dipadati Domba Berkualitas
Aksi Pocong Jadi-Jadian di Garut Tuai Kecaman, Dinilai Ganggu Ketertiban Umum
Garut Siap Hadapi May Day, Bupati Minta Pengamanan Humanis dan Dialog Terbuka
Akar Bambu Raksasa Nyaris Bendung Sungai Jembatan Cikeunyat, Disdamkar Garut Turunkan Kendaraan Pancar
Warga Malangbong Dikejutkan Penemuan Mayat Misterius di Tepi Sungai
Akses Sempat Terputus, Jalur Banjarwangi–Singajaya Kini Kembali Lancar
Di Tengah Tekanan Anggaran, Bank BJB Kucurkan 239 Juta untuk 22 Masjid di Garut
Berita ini 77 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 12:44 WIB

AKBP Yugi Bayu Hendarto Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Ingatkan Pentingnya Merawat Kebhinekaan

Senin, 25 Mei 2026 - 22:52 WIB

Bupati Garut Cek Kesehatan Hewan Kurban, Pasar Andir Dipadati Domba Berkualitas

Senin, 25 Mei 2026 - 22:09 WIB

Aksi Pocong Jadi-Jadian di Garut Tuai Kecaman, Dinilai Ganggu Ketertiban Umum

Kamis, 30 April 2026 - 12:53 WIB

Garut Siap Hadapi May Day, Bupati Minta Pengamanan Humanis dan Dialog Terbuka

Rabu, 29 April 2026 - 22:56 WIB

Akar Bambu Raksasa Nyaris Bendung Sungai Jembatan Cikeunyat, Disdamkar Garut Turunkan Kendaraan Pancar

Berita Terbaru

 

ALERT : Content Is Protected !!