Pemkab Garut Gencar Atasi Stunting, Targetkan Zero New Stunting 2025 - Kilas Garut News

Pemkab Garut Gencar Atasi Stunting, Targetkan Zero New Stunting 2025

Avatar photo

- Reporter

Kamis, 4 Desember 2025 - 19:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KILASGARUTNEWS.id|Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut dalam menanggulangi stunting dibahas dalam Talkshow Forum Komunikasi dan Solusi (FOKUS) Vol. 74 Radio Intan Garut di Kantor UPT Penyiaran Radio Diskominfo Garut, Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamis (4/12/2025).

Menghadirkan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Garut, Yayan Waryana, dan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, Tri Cahyo Nugroho, dengan Kang Ebenk sebagai host.

Kepala DPPKBPPPA Kabupaten Garut, Yayan Waryana, menjelaskan bahwa Garut pernah berada di angka stunting tertinggi se-Jawa Barat pada tahun 2021, yakni 35,2%.

“Alhamdulillah kita bersama dengan berbagai pihak tentunya intervensi spesifik berpadu dengan intervensi yang sensitif sehingga muncullah inovasi (Temukan Obati Sayangi Stunting) TOSS,” jelas Yayan.

Berkat upaya tersebut, angka stunting di tahun 2022 berhasil turun drastis menjadi 23,6%. Yayan menjelaskan, penurunan signifikan ini dicapai setelah penimbangan balita menghasilkan data by name by address.

Baca Juga :  BAPPEDA Garut Gelar Rakor Penanggulangan Kemiskinan Di Kabupaten Garut

“Itulah yang kami intervensi secara langsung karena sudah tahu siapa orangnya dan di mana tempat tinggalnya. Maka dengan sangat mudah serta ketika kita temukan, maka kita obati, sayangi balita-balita stunting sehingga turunlah menjadi 23,6%,” tambahnya.

Meskipun sempat ada kenaikan menjadi 24,1% pada 2023 berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI), hasil terbaru dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 menunjukkan penurunan tertinggi se-Jawa Barat, yaitu sebesar 9,9%, sehingga angka stunting Garut kini berada di 14,2%.

“Dinyatakan Kabupaten Garut terendah ke-6 dari 27 Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Barat dan bertekad di tahun 2025 kita turun dari 14,2% karena target Nasional itu adalah 14%,” pungkasnya. Angka ini menempatkan Garut di bawah rata-rata Jawa Barat (15,9%) dan rata-rata Nasional (19,8%).

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Garut, Tri Cahyo Nugroho, menyikapi dinamika data stunting dengan menekankan pentingnya intervensi spesifik dan sensitif. Ia menyoroti akar masalah stunting yang terjadi ketika ibu hamil kekurangan gizi, sehingga janinnya pun kekurangan gizi dan berpotensi melahirkan bayi stunting.

Baca Juga :  TPS 24 Desa Jati Tarogong Kidul Dijadikan Tempat Simulasi Pemilu Tahun 2024

“Kita menginginkan zero New Stunting dan jangan sampai bayi yang lahir itu stunting,” tegas dr. Tri Cahyo.

Ia menjelaskan bahwa target intervensi utama adalah memastikan tidak ada bayi baru lahir yang stunting, karena intervensi berikutnya akan jauh lebih ringan. Ia mengajak seluruh orang tua, terutama ibu, untuk memastikan pemenuhan gizi dari makanan dan kualitas sanitasi lingkungan (terutama air bersih).

“Kami menginginkan zero New Stunting dan jangan sampai bayi yang lahir itu stunting sehingga target-target kita tidak melihat bagaimana stunting di Kabupaten Garut turun, justru kita bagaimana ibu hamil tidak melahirkan bayi yang stunting,” tutupnya.

(dk)

Berita Terkait

Polri Kawal Penyerapan 4 Ton Jagung ke Bulog, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional di Garut
Diduga Kebocoran Produksi Bertahun-tahun, PTPN I Regional 2 Kebun Bunisari Didesak Diaudit dan Evaluasi Total
Dukung Generasi Sehat, Kapolda Jabar Tinjau Langsung SPPG Kemala Bhayangkari Garut
Kapolda Jabar Pantau Dapur Gizi di Sukawening, Dorong Pelayanan Masyarakat Lebih Berkualitas
Masjid Agung Garut Jadi Finis Bersejarah West Java Extreme Walk 60K
Pangdam III/Siliwangi Pimpin HUT ke-67 Menwa Mahawarman, Tegaskan Semangat Bela Negara Tak Boleh Pudar
Dari Sampah Organik ke Lahan Jagung, Inovasi Polres Garut Patut Dicontoh
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Garut Turun Bersihkan Kawasan Wisata Situ Bagendit
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:46 WIB

Polri Kawal Penyerapan 4 Ton Jagung ke Bulog, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional di Garut

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:34 WIB

Diduga Kebocoran Produksi Bertahun-tahun, PTPN I Regional 2 Kebun Bunisari Didesak Diaudit dan Evaluasi Total

Senin, 15 Juni 2026 - 21:35 WIB

Dukung Generasi Sehat, Kapolda Jabar Tinjau Langsung SPPG Kemala Bhayangkari Garut

Senin, 15 Juni 2026 - 21:30 WIB

Kapolda Jabar Pantau Dapur Gizi di Sukawening, Dorong Pelayanan Masyarakat Lebih Berkualitas

Senin, 15 Juni 2026 - 08:51 WIB

Masjid Agung Garut Jadi Finis Bersejarah West Java Extreme Walk 60K

Berita Terbaru

 

ALERT : Content Is Protected !!