Pasar Ciawitali di Sidak Sekda Garut - Kilas Garut News

Pasar Ciawitali di Sidak Sekda Garut

Avatar photo

- Reporter

Rabu, 21 Desember 2022 - 19:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KILASGARUTNEWS.id|Sekretaris Daerah (Sekda) Garut, Nurdin Yana, melakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait harga komoditi pangan dalam rangka pengendalian inflasi yang dilaksanakan di Pasar Ciawitali Guntur, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Rabu (21/12/2022).

Dalam kesempatan ini, Sekda Garut didampingi Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Teti Sarifeni, Kabag Ekonomi Setda Kabupaten Garut, Ida Nurfarida, Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag dan ESDM, Heri Gunawan Saputra, serta Kepala UPTD Pasar Guntur, Husenudin, melakukan peninjauan dan berbincang langsung dengan beberapa pedagang, seperti pedagang beras, warung kelontong, pedagang rempah-rempah, buah-buahan, daging, dan lainnya.

Sekda Garut mengungkapkan, sidak kali ini bertujuan untuk meninjau bagaimana fluktuasi harga yang ada di pasaran, serta melihat secara langsung bagaimana kondisi harga di pasaran. Berdasarkan peninjauannya, Nurdin mengungkapkan bahwa terdapat kenaikan dan penurunan harga komoditas di pasaran.

“Ini kenyataannya kita temui di lapangan, sebenarnya apa yang naik kemudian apa yang turun ini kita lihat bahwa ada beberapa komoditas yang memang naik harganya. Seperti misalnya daging ayam, itu daging ayam sekarang mengalami kenaikan dari 30 (ribu), sekarang naik (jadi) 32 (ribu),” ucapnya.

Tak hanya itu, lanjut Nurdin, dari komoditas bawang putih juga mengalami kenaikan dari 18 ribu menjadi 20 ribu, dan telur ayam yang sebelumnya berada pada harga 29 ribu sekarang naik menjadi 30 ribu. Meskipun begitu, imbuh Nurdin, komoditas cabe merah mengalami penurunan signifikan dari 25 ribu menjadi 18 ribu, dan bawang merah juga mengalami penurunan harga dari 24 ribu menjadi 17 ribu.

Baca Juga :  Bupati Garut Tandatangani MoU dengan BNI, Dorong Kemandirian Fiskal

“Nah kemudian juga cabe rawit, cabe rawit juga dari 37 (ribu) menjadi 31 (ribu) jadi hampir 6 ribuan penurunannya cukup signifikan antara besaran 7 ribu sampai ada yang 6 ribu, itu kenyataan di lapangan di Pasar Guntur,” lanjutnya.

Ia menerangkan, penurunan harga tersebut diakibatkan adanya beberapa komoditas, seperti bawang merah yang sempat panen raya, sehingga menyebabkan ketersediaan stok yang cukup tinggi dan menyebabkan harga yang relatif lebih rendah.

Dalam rangka menekan inflasi, Nurdin mengungkapkan bahwa pihaknya sudah memiliki rencana terkait beberapa treatment yang akan dilakukan oleh pemerintah daerah seperti subsidi untuk beberapa komoditi. Selain itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) telah berinisiasi untuk mengajak masyarakat melakukan penanaman tanaman cepat panen.

“Ini juga sudah kita lakukan dan insha allah mungkin momentum-momentum ini lah setidaknya kalau dari satu sisi katakanlah DKP itu mereka memberikan suatu treatment kepada penguatan ekonomi keluarga melalui kesediaan pangan dan memanfaatkan pekarangan yang ada, ini yang dilakukan oleh teman-teman DKP,” ucapnya.

Baca Juga :  Nusakambangan Panen Perdana, Bangun Lumbung Ketahanan Pangan dan Beri Kesempatan Warga Binaan

Ia juga menyampaikan bahwa Dinas Pertanian Kabupaten Garut akan menggagas terkait program yang akan berkolaborasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), di mana pihaknya akan segera melakukan pendekatan terhadap kepala desa maupun Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Kita insha allah akan juga sama treatment-nya jadi kita dari sisi ketersediaan katakanlah produk-produk pertanian termasuk juga hewani itu juga akan kita lakukan sehingga treatment-nya akan dilakukan kepada masyarakat, sehingga masyarakat nanti mempunyai bentuk usaha, dan usaha ini kita coba kolaborasikan dengan teman-teman Bumdes,” tuturnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang beras yang sempat dikunjungi oleh Sekda Garut, yaitu Asep (43), mengungkapkan bahwa untuk saat ini harga maupun stok beras masih dalam kondisi normal, dengan harga paling murah yaitu sekitar 10 ribu dan paling mahal sekitar 12 ribu.

“Daya beli sedang lah normal, pasokan beras normal stabil lah, (harapan) banyak konsumen, banyak yang beli, (harga) beras turun paling juga, kalau turun kan modalnya gak besar kan kecil,” tandasnya.(red***).

Berita Terkait

Dari Ladang ke Gudang Bulog, 4 Ton Jagung Cikelet Amankan Cadangan Pangan
4 Ton Jagung Mengalir ke Bulog, Polsek Cibalong Pastikan Penyerapan Berjalan Lancar
Polsek Banjarwangi Kawal Penyerapan 2,5 Ton Jagung ke Bulog Dukung Ketahanan Pangan
Bupati Garut Ingin Produk Lokal Jadi Oleh-Oleh Wajib di Setiap Event Besar
Polres Garut Serap 17,75 Ton Jagung, Bukti Nyata Dukung Petani Lokal
Koperasi Produsen Pasirkiamis Sejahtera Audiensi ke Dinas Koperasi Jabar, Bahas Program Pembinaan 2027
Dukung MBG dan Pro SN, Bupati Garut Serius Kembangkan Koperasi Merah Putih
Keluhan Warga di Medsos Berbuah Sidak, Wakil Bupati Garut Turun ke Pasar Andir Cek Harga LPG
Berita ini 100 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:05 WIB

Dari Ladang ke Gudang Bulog, 4 Ton Jagung Cikelet Amankan Cadangan Pangan

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:17 WIB

4 Ton Jagung Mengalir ke Bulog, Polsek Cibalong Pastikan Penyerapan Berjalan Lancar

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:04 WIB

Polsek Banjarwangi Kawal Penyerapan 2,5 Ton Jagung ke Bulog Dukung Ketahanan Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:37 WIB

Bupati Garut Ingin Produk Lokal Jadi Oleh-Oleh Wajib di Setiap Event Besar

Rabu, 15 April 2026 - 11:33 WIB

Polres Garut Serap 17,75 Ton Jagung, Bukti Nyata Dukung Petani Lokal

Berita Terbaru

 

ALERT : Content Is Protected !!