Redaksi Kilas

Tak Terdata DTSEN, Yudha Bantu Janda Tua yang Sakit di Wanaraja

KILASGARUTNEWS.id|Potret getir kemiskinan kembali terkuak di Kabupaten Garut. Seorang janda tua bernama Mak Dadah, yang hidup dalam kondisi sakit, tanpa penghasilan, dan tanpa jaminan kesehatan, luput dari seluruh bantuan sosial pemerintah hanya karena namanya tidak tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTSEN). Rabu (21/1/2026).

Mak Dadah tinggal seorang diri di Kampung Bebedahan RT 03 RW 01, Desa Wanamekar, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut. Ironisnya, kondisi sakit yang dideritanya justru tidak diiringi dengan perlindungan sosial negara akibat persoalan data—mulai dari kesalahan administrasi hingga tidak terdaftar sebagai penerima bantuan.

Kondisi memilukan tersebut akhirnya mengetuk nurani Anggota DPRD Kabupaten Garut dari PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, yang akrab disapa A Yuda. Tanpa menunggu lama, ia turun langsung ke lapangan melihat kondisi Mak Dadah dan keluarganya.

Melihat langsung penderitaan yang dialami janda tua tersebut, Yudha Puja Turnawan langsung bergerak cepat. Ia memberikan bantuan sembako, uang tunai, serta memastikan Mak Dadah mendapatkan perawatan kesehatan lanjutan, meski sebelumnya tidak memiliki BPJS Kesehatan.

“Tidak boleh ada warga miskin yang terabaikan hanya karena persoalan data. Negara harus hadir, dan saya akan ikut bertanggung jawab memastikan bantuan itu sampai,” tegas Yudha Puja Turnawan.

Tak hanya itu, Yudha juga menyampaikan kepada pihak keluarga bahwa dirinya berkomitmen mengawal bantuan agar Mak Dadah benar-benar mendapatkan haknya, tanpa terkecuali.

Langkah cepat tersebut kemudian direspons oleh Dinas Sosial, yang langsung melakukan asesmen lapangan dan menyalurkan bantuan sembako. Pemerintah juga mulai memfasilitasi akses bantuan lanjutan, termasuk jaminan sosial melalui kerja sama dengan BPJS.

Kasus Mak Dadah menjadi tamparan keras bagi sistem pendataan kesejahteraan sosial. Peristiwa ini sekaligus menjadi alarm peringatan agar pemerintah daerah serius membenahi akurasi DTSEN, sehingga warga miskin yang benar-benar membutuhkan tidak kembali menjadi korban kelalaian administratif.

Kisah ini menegaskan bahwa kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat bukan sekadar formalitas, melainkan harus diwujudkan melalui aksi nyata. Apa yang dilakukan Yudha Puja Turnawan menjadi contoh bahwa kepekaan sosial dan keberpihakan kepada wong cilik masih hidup, meski sistem belum sepenuhnya berpihak.

(Wan)

Kilas Garut News

Recent Posts

Demi Lingkungan Sekolah Lebih Aman, SDN 1 Maroko Bangun TPT dari Hasil Penjualan Genteng Bekas

KILASGARUTNEWS.id|Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman terus dilakukan SDN 1 Maroko, Kecamatan Cibalong,…

4 jam ago

Enam Titik Lahan Terbakar di Rancabango Garut, Blok Cilopang Jadi Prioritas karena Dekat Permukiman

KILASGARUTNEWS.id|Kebakaran lahan terjadi di wilayah Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Sabtu (5/9/2026). Kobaran…

5 jam ago

Pariwisata Tumbuh 13,2 Persen, Bupati Garut Dorong Event Diperbanyak untuk Dongkrak Ekonomi dan PAD

KILASGARUTNEWS.id|Bupati Garut Abdusy Syakur Amin memimpin Rapat Koordinasi Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Ruang…

13 jam ago

Usai Resmikan PLTMH Curug Rahong, KASAD Lanjutkan Kunjungan ke Banyuresmi dan Serahkan Donasi untuk Masjid

KILASGARUTNEWS.id|Setelah meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Curug Rahong di Desa Sukajaya, Kecamatan Cisewu,…

1 hari ago

KASAD Jenderal Maruli Simanjuntak Resmikan PLTMH Curug Rahong, Dorong Percepatan Infrastruktur Desa di Garut

KILASGARUTNEWS.id|Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., melaksanakan kunjungan kerja resmi ke…

1 hari ago

PROKES Volleyball Academy Jadi Wakil Tunggal Garut di Kejurda Jabar U-19, Siap Ukir Prestasi di Bekasi

KILASGARUTNEWS.id|PROKES Volleyball Academy SMK Bina Bhakti Karangwangi, Kecamatan Mekarmukti, Kabupaten Garut, mencatatkan langkah membanggakan dengan…

3 hari ago