Redaksi Kilas

Salut, Lapas Garut Pro UMKM: Menteri UMKM Janji Buka Akses Pasar Ekspor

KILASGARUTNEWS.id|Lapas Kelas IIA Garut kembali menjadi sorotan positif setelah berhasil melepas ekspor produk Coir Shade ke Spanyol. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Koperasi dan UMKM RI, Maman Abdurrahman, menyampaikan apresiasi tinggi dan berjanji akan membuka akses pasar ekspor yang lebih luas bagi produk UMKM karya Warga Binaan.

“Salut, Lapas Garut ini betul-betul pro UMKM. Saya akan sampaikan ke Pak Agus (Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan) bahwa ini salah satu Lapas yang serius membina warga binaan melalui ekosistem UMKM, dan pemerintah akan hadir membuka akses pasar ekspornya,” tegas Menteri dalam wawancaranya.

Lapas Garut telah mengembangkan sejumlah unit usaha berbasis UMKM yang dikerjakan langsung oleh Warga Binaan, antara lain:

* Sentra Produksi Coir Shade: produk utama berbahan sabut kelapa yang telah rutin diekspor ke Prancis, Korea, dan Spanyol.
* Membatik: pelatihan dan produksi batik tulis maupun cap sebagai warisan budaya.
* Konveksi: pembuatan pakaian sederhana untuk pasar lokal.
* Kayana Coffee: brand kopi khas Garut hasil olahan WBP, dari sangrai hingga pengemasan.
* Bakery Roti: produksi roti dan kue kering untuk konsumsi internal dan pemasaran.

Dengan ekosistem ini, WBP tidak hanya mendapatkan upah kerja dan keterampilan, tetapi juga remisi karena perilaku baik, sehingga pembinaan berjalan secara produktif dan manusiawi.

Menteri UMKM menegaskan bahwa pemerintah memiliki peran strategis dalam memperluas pasar produk UMKM Pemasyarakatan.

“Kita akan bantu dalam dua hal. Pertama, akses pembiayaan, yang saya yakin bisa didukung Bank BJB. Kedua, akses pasar, karena market-nya luar negeri. Kita akan koordinasi dengan Kementerian Perdagangan dan Deputi Perluasan Akses Pasar agar produk ini bisa masuk ke lebih banyak negara,” ujar Menteri.

Menurutnya, Lapas Garut adalah contoh nyata bagaimana pembinaan bisa selaras dengan penguatan UMKM dan ekspor. “Ini bukan sekadar program, tapi ekosistem yang hidup. Warga binaan mendapat penghasilan, petani sekitar terserap hasil panennya, pengusaha ikut terlibat, dan negara mendapat manfaat dari ekspor. Ini harus ditiru,” tambahnya.

Kalapas Kelas IIA Garut, Rusdedy, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan pemerintah. “Kami berkomitmen terus mengembangkan UMKM Pemasyarakatan sebagai bagian dari kemandirian WBP dan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah maupun nasional,” ujarnya.

(dk)

Kilas Garut News

Recent Posts

Dari Polisi untuk Kemanusiaan, Donor Darah di Garut Disambut Antusias

KILASGARUTNEWS.id|Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh Polres Garut melalui kegiatan donor darah rutin yang digelar…

1 hari ago

Program MBG di Garut Terus Dievaluasi untuk Pelayanan Maksimal

KILASGARUTNEWS.id|Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut, Agus Kurniawan, melakukan monitoring pelaksanaan Program Makan…

1 hari ago

Warga Bersyukur, Jembatan Armco Penghubung Dua Kampung di Kadungora Rampung

KILASGARUTNEWS.id|Suasana penuh kebersamaan dan rasa syukur menyelimuti warga Kampung Keramat Kidul dan Kampung Cirandaka saat…

2 hari ago

Edarkan Sabu, Pria di Garut Dibekuk Polisi di Jalan Raya Garut–Tasik

KILASGARUTNEWS.id|Satres Narkoba Polres Garut kembali berhasil mengungkap kasus tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika…

2 hari ago

Polres Garut Serap 17,75 Ton Jagung, Bukti Nyata Dukung Petani Lokal

KILASGARUTNEWS.id|Polres Garut melalui Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) melaksanakan kegiatan penyerapan hasil panen jagung dari…

3 hari ago

SDN 2 Sukaratu Sucinaraja Buka PPDB 2026/2027, Siap Cetak Generasi Unggul Sejak Dini

KILASGARUTNEWS.id|SDN 2 Sukaratu resmi membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026/2027. Pembukaan pendaftaran…

3 hari ago