Kilas Garut News-Polsek Karangpawitan dampingi Mensos bersama jajaran Bhabinkamtibmas laksanakan pendampingan kunjungan Kementrian Sosial ke rumah Muhamad Fasha di Kp. Babakan Koropeak RT. 02/012 Keluraham Suci Kaler Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut. Kamis (11/08/22).
Dalam keterangannya Plh Kapolsek Karangpawitan AKP. H. Budi Jakaria mengatakan, Muhamad Fasha yang masih berusia 7 bulan namun ia memiliki kekurangan tidak memiliki adanya anus.

“Bahwa Muhamad Fasha merupakan anak dari pasangan Bapak Sodik dan Ibu Ani yang beralamat Kp. Babakan koropeak Rt. 002 Rw. 012 Kel suci Kaler Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut”. Jelasnya.
Polsek Karangpawitan dampingi mensos kelokasi semoga dengan datangnya dari kementrian sosial tersebut bisa memberikan semangat serta bantuan untuk keluarga dari ananda Muhamad Fasha.
“Kegiatan pendampingan berjalan dengan aman dan lancar serta tetap mematuhi protokol kesehatan covid – 19”. Tutup AKP H. Budi Jakaria.
Ini adalah bentuk nyata pelaksanaan dari program “KASEP”, selama kepemimpinan Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono, SIK, M.Si
KASEP
Kepanjangan dari Kolaboratif, Adaptif, Solutif, Edukatif dan Presisi, adalah program prioritas Kepolisian Resor Garut, selama kepemimpinan AKBP Wirdhanto Hadicaksono, S.I.K., M.Si.
Pertama : Kolaboratif ini adalah, mengedepankan sinergitas dan kerjasama, yang baik dengan unsur Forkopimda dan pemangku kepentingan (stakeholder)
Dalam mengatasi permasalahan sosial dan kamtibmas diwilayah Kabupaten Garut, serta meningkatkan soliditas di internal Polres Garut dalam setiap pelaksanaan tugas.
Kedua : Adaptif. Ini adalah bagaimana kemampuan berfikir dan bertindak responsive, cepat, tepat dan terukur.
Dalam menghadapi dinamika, tantangan tugas dan perkembangan masyarakat diera digital, menerapkan pemolisian serta adaptasi kehidupan baru ditengah pandemi Covid-19.
Ketiga : Solutif, ini dalam hal mengedepankan mutu kualitas pelayanan sebagai upaya membangun simpati dan empati masyarakat, berfikir dan bertindak.
Mencari solusi serta mengedepankan solusi konstruktif dalam pemecahan masalah, baik dengan unsur eksternal maupun internal polres.
Keempat : Edukatif, adalah bagaimana menampilkan sosok polisi yang jadi panutan, mampu membangun interaksi yang harmonis dan efektif dengan masyarakat berinovasi.
Sehingga ini menjadi nilai tambah dan kemanfaatan yang baik untuk masyarakat luas maupun internal polres.
Kelima : Presisi atau menjadi anggota Polri yang Presisi adalah mempedomani arak bijak dan program prioritas bapak Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo.
Dalam mewujudkan POLRI yang Prediktif,Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan pada setiap pelaksanaan tugas Polres Garut.
(Deden Kurnia*).












