Pendidikan

MPM STAI Persis Garut Sukses Gelar Workshop Pembentukan Bank Sampah di Girimakmur

Kilas Garut News-Bertempat di Gedung PKBM Desa Girimakmur Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut Jawa Barat, MPM Kelompok IX STAI (Sekolah Tinggi Agama Islam) Persis Garut sukses gelar workshop dan seminar MPM (Pembentukan Bank Sampah) dengan tema “Pengolahan dan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berbasis Ekonomi Kreatif”. Sabtu, 27/08/2022.

Hadir dalam seminar tersebut Dian Hidayat, S.Pd, selaku kepala desa Girimakmur, Ibu apt. Krismiyati, S.Si, sebagai pemateri dan beberapa anggota Bank Sampah Malangbong Bersemi sebagai pendamping kelompok dalam pelatihan pengelolaan sampah rumah tangga.

Mahasiswa STAI Persis Garut saat laksanakan MPM di acara kegiatan seminar dan workshop di Desa Girimakmur

“Sampah merupakan masalah yang telah menjadi problematika yang cukup kompleks dalam kehidupan masyarakat. Hampir 60% sampah yang ada dihasilkan dari rumah tangga dan setiap orang dapat menghasilkan sekitar 0,70 Kg sampah per hari. Oleh sebab itu harus ada pengelolaan yang baik dimulai dari rumah. Salah satu solusinya adalah dengan dibentuknya Bank Sampah yang InsyaAllah hari ini akan diresmikan Bank Sampah di RW 04 Desa Girimakmur.” ujar Dede Burhan dalam sambutannya sebagai ketua pelaksana.

Hal sama disampaikan apt.Krismiyati, S.Si, saat memberikan materi terkait pengelolaan sampah mengatakan ” adanya upaya pemanfaatan kembali sampah melalui Hidup Minim Sampah dengan 3AH (Cegah, Pilah, Olah). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah. Seperti halnya Data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta selama periode Oktober-Desember 2021 volume sampah yang diangkut dari sungai di Jakarta itu setara 2,5 kali bangunan Monas” tuturnya

Selanjutnya apt Krismiyati menyampaikan, data dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton pertahun sampah plastik. Sebanyak 3,2 juta ton merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut. Hal itu membuktikan bahwa Indonesia merupakan penyumbang sampah plastik dan makanan terbesar ke-2 di dunia yang mengakibatkan kerusakan di lingkungan.

Dikutip dari fatwa MUI :

Membuang sampah sembarangan atau membuang barang yang masih bisa dimanfaatkan untuk kepentingan diri maupun orang lain hukumnya HARAM.

Fatwa diatas berkaitan dengan hadits Rasulullah SAW :

Takutlah 3 tempat yang dilaknat membuang kotoran yaitu pada sumber air yang mengalir, di jalan dan ditempat berteduh.”

Fatwa dan hadist tersebut menunjukan bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah kewajiban setiap orang. Namun, data penelitian dari komunitas BSM (Bank Sampah Malangbong) BERSEMI menunjukan bahwa tingkat perilaku rumah tangga di Indonesia yang paling tinggi dalam memilah sampah disebabkan oleh kemalasan masyarakat itu sendiri. Maka kunci pertama dalam pengelolaan sampah adalah Jangan MALAS.

Namun hal pertama yang harus dilakukan dalam proses pengelolaan sampah adalah dengan MENCEGAH penggunaan bahan yang tidak ramah lingkungan. Umumnya masyarakat mengelola sampah plastik dengan cara dibakar. Di sisi lain membakar sampah plastik dapat menimbulkan racun dioksin yang lebih berbahaya dari asap kendaraan, dan seperti yang telah

Disampaikan serta dicontohkan oleh Ibu apt. Krismiyati S.Si cara untuk mengurangi sampah-sampah plastik yaitu dengan membiasakan membawa tas belanja sendiri, membawa botol air dan tempat makanan yang dapat digunakan kembali. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir penggunaan plastik kemasan, dan penggunaan bahan lainnya yang tidak ramah lingkungan.

Hal kedua yang dapat dilakukan adalah dengan cara MEMILAH sampah dari rumah. Mulai dari sampah organik (seperti sisa makanan, buah, sayur), sampah anorganik (seperti tas kresek, botol plastik, kaleng), dan B3 (Bahan Berbahaya Beracun). Kemudian hal terakhir yang dapat dilakukan dalam pengelolaan sampah adalah dengan MENGOLAH sampah dari rumah. Dalam pengelolaan sampah yang bisa dilakukan di Desa Girimakmur adalah mengolah sampah organik dengan membuat Ecoenzym, sabun minyak jelantah, mengkompos dan budidaya maggot. Untuk sampah anorganik bisa dibuat menjadi kerajinan tangan, ecobrick, dan membuat bank sampah.

“Selanjutnya untuk sampah residu bisa dibuang ke TPS (Tempat Pembuangan Sampah) atau bisa dikirimkan ke pengelola yang profesional. Dengan adanya seminar dan workshop yang di adakan oleh MPM (Masa Pengabdian Masyarakat) kelompok IX ini maka pihak Desa meresmikan pembentukan Bank Sampah di RW 04 yang ditandatangani oleh perwakilan setiap RW di Desa Girimakmur”pungkas Krismiyati.(Deden Kurnia*).

Kilas Garut News

Recent Posts

Syakur Amin Buka Piala Soeratin Garut 2026, Tegaskan Pentingnya Pembinaan Atlet Sejak Dini

KILASGARUTNEWS.id|Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, secara resmi membuka Turnamen Sepak Bola Usia Dini Piala Soeratin…

8 jam ago

Dari Hawu ke Panggung Nasional, Nyanet Festival 2026 Jadi Kebanggaan Kabupaten Garut

KILASGARUTNEWS.id|Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, resmi membuka helatan budaya Nyanet Festival 2026 yang diselenggarakan di…

20 jam ago

Srikandi Garut Bersinar, Nadya Borong Medali di Kejurnas Panahan Junior 2026

KILASGARUTENEWS.is|Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Kudus. Nadya Nurazizah Effendi, srikandi asal Kabupaten Garut yang mewakili…

20 jam ago

Dari Kaki Gunung Papandayan, Bupati Syakur Gaungkan Persahabatan Dunia Lewat Kite Festival 2026

KILASGARUTNEWS.id|Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Garut International Kite Festival 2026 menjadi momentum…

20 jam ago

Garut Satu Langit untuk Dunia, Bupati Syakur Tekankan Persahabatan dan Perdamaian Lewat Kite Festival

KILASGARUTNEWS.id|Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Garut International Kite Festival 2026 menjadi momentum…

20 jam ago

Dari Aceh hingga Palestina, Kini WFI Hadir di Garut Bawa Misi Kemanusiaan dan Bedah Rumah

KILASGARUTNEWS.id|Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri kegiatan Penyerahan Bantuan Sosial Bedah Rumah bersama Wanita Filantropi…

20 jam ago