Laboratorium Lapangan Epidemiologi Akan Dikembangkan Di Kabupaten Garut - Kilas Garut News

Laboratorium Lapangan Epidemiologi Akan Dikembangkan Di Kabupaten Garut

Avatar photo

- Reporter

Kamis, 23 November 2023 - 14:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laboratorium Lapangan Epidemiologi Akan Dikembangkan Di Kabupaten Garut

i

Laboratorium Lapangan Epidemiologi Akan Dikembangkan Di Kabupaten Garut

KILASGARUTNEWS.id|Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Ciloto Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Garut akan membangun Laboratorium Lapangan Epidemiologi di Kabupaten Garut.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kepala BBPK Ciloto, Sjamsul Ariffin, dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr. Leli Yuliani, dilakukan bersamaan dengan  acara Lokakarya Pemetaan Risiko dan Potensi Wilayah dengan Pendekatan One Health Rabu (22/11/2023), di Ballroom Hotel Harmoni, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.

Dalam lokakarya ini hadiri berbagai pihak, termasuk Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, serta melibatkan secara virtual Koordinator Indonesia One Health University Network (INDOHUN), Prof. Agus Suwadono, dan Office Director United State Agency for Internasional Development Indonesia (USAID), Enilda Martin.

Kepala Dinkes Garut, dr. Leli Yuliani, menyatakan bahwa Garut dipilih sebagai laboratorium lapangan karena dukungan lintas sektor dan masyarakat, serta menjadi pusat pelatihan untuk penanganan wabah zoonosis di Indonesia.

“Nanti Garut itu memang menjadi salah satu laboratorium lapangan untuk dilakukannya pelatihan terkait dengan respon cepat penanganan wabah yang disebabkan oleh zoonosis,” ujar dr. Leli dalam keterangannya seusai acara.

Lokasi laboratorium, di Kelurahan Margawati, nantinya diharapkan tidak hanya bermanfaat untuk Garut tetapi juga untuk seluruh Indonesia.

“Karena di Indonesia ini sekarang baru ada satu di Kulon Progo, dan sekarang yang kedua adalah di Kabupaten Garut, Kabupaten Garut yang dipilih menjadi salah satu laboratorium untuk epidemologi ini, karena memang Kabupaten Garut itu termasuk ya kita kooperatif lah, mendukung terhadap program-program yang memang ini baik untuk masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga :  Tiga Hari Semarak HUT ke-81 RI di Cidadap Ditutup dengan Pengajian Akbar

Tak hanya itu, ia juga menilai adanya laboratorium lapangan ini, diharapkan membantu program pemerintah pusat, untuk meningkatkan SDM kesehatan di Indonesia, dalam hal merespon wabah penyakit yang mungkin terjadi.

“Kemudian juga mudah-mudahan nanti bisa menjadikan Desa Margawati itu menjadi desa wisata, karena nanti banyak dikunjungi oleh dari berbagai daerah, yang ketiga yaitu tentu saja program-program pengentasan wabah bisa segera tertangani dan jangan sampai terjadi lah gitu ya (wabah itu), jadi segera ketika diketahui ada wabah, segera bisa teratasi karena memang kita sudah ada praktek lapangannya,” ucap dr. Leli.

Sementara itu, Kepala Diskannak Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, turut memberikan tanggapan atas kerjasama strategis dari BBPK Ciloto yang didukung oleh INDOHUN dan USAID ini, di mana ia melihat jumlah populasi ternak khususnya peternakan rakyat yang ada di Kabupaten Garut juga cukup strategis.

Beni juga memaparkan bahwa melalui lokakarya ini para peserta khususnya petugas kesehatan hewan dilatih untuk memitigasi resiko kebencanaan dari zoonosis yang disebabkan oleh hewan.

“Jadi mudah-mudahan tentu ini akan memperkecil dampak-dampak yang terjadi, seperti yang dikenal oleh masyarakat flu burung, antraks begitu ya, rabies dan sebagainya. Nah mudah-mudahan dengan pelatihan ini penyebab atau penyakit-penyakit yang ditimbulkan oleh hewan ini bisa semakin dikurangi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Wakil Bupati Garut Tinjau Cek Kesehatan Gratis dan Penyuluhan Anti-Bullying di SMAN 15 Garut

Kepala BBPK Ciloto, Sjamsul Arifin, menjelaskan bahwa Garut dipilih karena karakteristiknya yang berpotensi mengalami KLB terkait zoonosis. Laboratorium lapangan ini diharapkan memberikan manfaat bagi Garut dan menjadi lokasi pelatihan bagi peserta dari seluruh Indonesia, dengan potensi meningkatkan ekonomi lokal melalui homestay.

“Karena pada saat lokus itu dijadikan laboratorium lapangan, itu masyarakat akan terlibat aktif sebagai dalam tanda kutip ya aktor yang disiapkan seolah-olah di daerahnya itu terjadi sebuah KLB,” tutur Sjamsul.

Sjamsul juga menerangkan jika adanya laboratorium lapangan ini akan memberikan banyak benefit tersendiri bagi Kabupaten Garut, karena nantinya peserta yang akan memanfaatkan laboratorium lapangan ini akan berasal dari berbagai daerah di Indonesia, sehingga Kabupaten Garut bisa ter-expose.

Sjamsul menargetkan laboratorium lapangan epidemiologi di Kabupaten Garut dapat berjalan pada tahun depan, dengan harapan dapat meningkatkan pilihan wahana latihan bagi peserta dari seluruh Indonesia yang berlatih di BBPK Ciloto.

“Sehingga pada saat ada peserta-peserta seluruh Indonesia yang latihan di BBPK Ciloto perlu lapangan itu sudah banyak pilihan, saya kira kalau Garut itu termasuk lokasi yang paling dekat dengan Ciloto, nanti lama-lama ke Garut semua, dan itu benefit buat Garut,” tandasnya.(red*).

Berita Terkait

Roadshow Kuliner Viral Indonesia Hadir di Garut, Ratusan Tenant Ramaikan CipLaz
Sumur Bor Rp 200 Juta dan Pipanisasi Rp 170 Juta Dipertanyakan, Warga Sindangsari Cibalong Masih Krisis Air Bersih
Rambu Sudah Terpampang, Pelanggaran Masih Terjadi: Warga Soroti Pengendara Lawan Arus di Jalan Siliwangi Garut
Bakti Persada 92, TNI Bangun Sumur Bor untuk 80 KK di Cisewu Garut
HUT ke-81 TNI, Kapolres Garut Sambangi Makorem 062/TN: Sinergitas Makin Erat
Camat Cibalong Dorong Sinergi TNI-Polri dan Pemerintah Terus Diperkuat demi Kondusivitas Wilayah
Wakapolres Garut Kompol Deny Rahmanto Tegaskan Soliditas TNI-Polri di HUT Korem 062/TN
Waspada Foto Bugil Buatan AI, Pemuda di Garut Jadi Korban Pemerasan Akun Tak Dikenal, Minta Transfer Uang untuk Hapus Foto
Berita ini 128 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Roadshow Kuliner Viral Indonesia Hadir di Garut, Ratusan Tenant Ramaikan CipLaz

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Sumur Bor Rp 200 Juta dan Pipanisasi Rp 170 Juta Dipertanyakan, Warga Sindangsari Cibalong Masih Krisis Air Bersih

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:34 WIB

Rambu Sudah Terpampang, Pelanggaran Masih Terjadi: Warga Soroti Pengendara Lawan Arus di Jalan Siliwangi Garut

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Bakti Persada 92, TNI Bangun Sumur Bor untuk 80 KK di Cisewu Garut

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:07 WIB

HUT ke-81 TNI, Kapolres Garut Sambangi Makorem 062/TN: Sinergitas Makin Erat

Berita Terbaru

Redaksi Kilas

Bakti Persada 92, TNI Bangun Sumur Bor untuk 80 KK di Cisewu Garut

Selasa, 6 Okt 2026 - 19:16 WIB

 

ALERT : Content Is Protected !!