Bupati Garut Dorong Peningkatan Akses Keuangan Masyarakat Desa dalam Rapat Pleno TPKAD - Kilas Garut News

Bupati Garut Dorong Peningkatan Akses Keuangan Masyarakat Desa dalam Rapat Pleno TPKAD

Avatar photo

- Reporter

Jumat, 21 Maret 2025 - 20:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, tekankan pentingnya peningkatan akses keuangan bagi masyarakat desa dalam Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) Garut yang digelar di Hotel Mercure, Jalan Guntur, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jum'at (21/3/2025).

i

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, tekankan pentingnya peningkatan akses keuangan bagi masyarakat desa dalam Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) Garut yang digelar di Hotel Mercure, Jalan Guntur, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jum'at (21/3/2025).

KILASGARUTNEWS.id|Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, tekankan pentingnya peningkatan akses keuangan bagi masyarakat desa dalam Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) Garut yang digelar di Hotel Mercure, Jalan Guntur, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jum’at (21/3/2025).

Acara ini turut dihadiri oleh Asisten Perekonomiam dan Pembangunan Kabupaten Garut Dedi Mulyadi, Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya, Melati Usman, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Ahmad Fajar Setiawan, Kepala Kantor Pusat Bank Indonesia Jawa Barat, Ahmad Giri Gantoro, dan seluruh anggota TPKAD Garut.

Syakur, menyampaikan rasa bahagianya dapat hadir dalam acara tersebut di hadapan para pemangku kepentingan yang memiliki visi untuk meningkatkan perekonomian Kabupaten Garut. Ia menyoroti pentingnya konsumsi rumah tangga sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

“Salah satu pengeluaran yang mendorong pertumbuhan perekonomian di Indonesia itu adalah konsumsi rumah tangga. Kalau ingin menaikkan pertumbuhan ekonomi, ya tingkatkan belanja keluarga dengan memperbanyak pasar-pasar di daerah dan jangan sampai uang itu diam di balik bantal,” ujar Syakur.

Ia menuturkan bahwa salah satu permasalahan di daerah adalah akses keuangan. Ia mendorong Bank Jawa Barat Banten (Bank BJB) untuk lebih intensif melakukan penetrasi ke pasar, terutama pasar mikro, karena pasar mikro merupakan penggerak perekonomian di Indonesia.

Baca Juga :  Polsek Talegong Polres Garut Jemput Bola Dengarkan Keluhan Warga

“Tolong bagaimana caranya supaya Bank Jawa Barat Banten yang notabene merupakan milik Pemerintah Garut dan masyarakat Jawa Barat harus lebih intensif melakukan penetrasi ke pasar terutama pasar-pasar mikro karena itu sebenarnya menjadi penggerak perekonomian di Indonesia,” tegasnya.

Ia berharap, adanya upaya konkret, jelas, komprehensif, dan terarah untuk meningkatkan aksesibilitas keuangan bagi masyarakat di pedesaan.

Sementara itu perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya, Melati Usman, menyampaikan bahwa kehadiran para pemangku kepentingan dalam rapat pleno ini merupakan bukti nyata komitmen bersama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Garut memiliki potensi ekonomi yang signifikan. Pada tahun 2023, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai 7,23 triliun rupiah dengan laju pertumbuhan ekonomi sebesar 4,9% pada tahun 2022/2023. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi kontributor utama dengan menyumbang 31,13% terhadap PDRB, diikuti oleh sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, serta sektor industri pengolahan.

Baca Juga :  Kapolres Garut Hadiri Upacara Kehormatan dan Renungan Suci di TMP Tenjolaya

Meskipun demikian, ia mengakui adanya tantangan. Pada tahun 2022, Kabupaten Garut menempati peringkat ke-16 dalam laju pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat dengan pertumbuhan sekitar 5,08%, sedikit di bawah rata-rata provinsi yang mencapai 5,45%. Namun, ia mencatat keberhasilan penurunan angka kemiskinan pada tahun 2022, meskipun upaya penanggulangan kemiskinan perlu terus ditingkatkan.

Berdasarkan survei OJK bersama BPS pada tahun 2024, indeks literasi keuangan nasional berada di angka 65,43%, sedangkan inklusi keuangan berada di angka 75,02%. Ia menyoroti adanya kesenjangan (GAP) antara literasi dan inklusi keuangan, yang menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia sudah mengakses produk keuangan, tetapi mungkin kurang memahami produk-produk tersebut.

Ia berharap, berharap TPAKD dapat memainkan peran penting sebagai platform kolaborasi antara pemerintah daerah, otoritas keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mempercepat akses keuangan bagi masyarakat, terutama di sektor-sektor kunci seperti pertanian dan UMKM.

“Dengan meningkatkan literasi keuangan dan akses terhadap layanan perbankan, kami harapkan masyarakat dapat berdaya untuk memanfaatkan peluang ekonomi yang ada dan tentunya kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi di daerah terjadi,” pungkasnya.

(Deden Kurnia)

Sumber:Diskominfo Garut

Berita Terkait

BPJS PBI Garut Ditata, Bupati Tegaskan Layanan Kesehatan tetap Jalan di Tengah Pemangkasan TKD
Bupati Garut Bidik Transformasi Smart Hospital, Masterpland RSUD dr. Slamet Disiapkan
Reses Yudha Puja Turnawan Tak Sekedar Serap Aspirasi, BPJS Gratis Warga Miskin Jadi Sorotan
Kericuhan Liga KOD Cup U-23 Memanas di Medsos, Polisi Tegaskan Tak Ada Korban Tewas
Roadshow Kuliner Viral Indonesia Hadir di Garut, Ratusan Tenant Ramaikan CipLaz
Sumur Bor Rp 200 Juta dan Pipanisasi Rp 170 Juta Dipertanyakan, Warga Sindangsari Cibalong Masih Krisis Air Bersih
Rambu Sudah Terpampang, Pelanggaran Masih Terjadi: Warga Soroti Pengendara Lawan Arus di Jalan Siliwangi Garut
Bakti Persada 92, TNI Bangun Sumur Bor untuk 80 KK di Cisewu Garut
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:17 WIB

BPJS PBI Garut Ditata, Bupati Tegaskan Layanan Kesehatan tetap Jalan di Tengah Pemangkasan TKD

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:19 WIB

Bupati Garut Bidik Transformasi Smart Hospital, Masterpland RSUD dr. Slamet Disiapkan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:58 WIB

Reses Yudha Puja Turnawan Tak Sekedar Serap Aspirasi, BPJS Gratis Warga Miskin Jadi Sorotan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Kericuhan Liga KOD Cup U-23 Memanas di Medsos, Polisi Tegaskan Tak Ada Korban Tewas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Sumur Bor Rp 200 Juta dan Pipanisasi Rp 170 Juta Dipertanyakan, Warga Sindangsari Cibalong Masih Krisis Air Bersih

Berita Terbaru

 

ALERT : Content Is Protected !!