Redaksi Kilas

Atas Insiden di Acara Pesta Rakyat, Keluarga Dewan Adat Garut Mengucapkan Turut Belasungkawa

KILASGARUTNEWS.id|Atas insiden yang tengah terjadi di acara Pesta Rakyat dalam rangka pernikahan Wakil Bupati Garut, drg Putri Karlina dengan Putra Sulung Gubernur Jawa barat hingga mengakibatkan meninggalnya 3 warga Garut yang salah satunya anggota Polri.

Demikian juga ucapan turut belasungkawa disampaikan Ketua beserta jajaran (keluarga besar) Dewan Adat Kabupaten Garut (DAKG),turut berduka cita yang sedalam dalamnya. 

Abah Cepi mengucapkan, kami segenap keluarga Besar Dewan Adat Garut mengucapkan belasungkawa yang sedalam dalamnya atas insiden kecelakaan di acara Pesta Rakyat dalam rangka memeriahkan pernikahan Wakil Bupati Garut dengan Putra Pertama Gubernur Jawa barat yang mengakibatkan meninggalnya 3 warga Garut yang salah satunya anggota Polri.

Ia berharap,semoga Mereka Husnul Khatimah, diterima amal ibadahnya di tempat kan di tempat yang mulia, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, kesabaran, juga keikhlasan.”harapnya

Kejadian ini merupakan sebuah duka yang mendalam untuk kami warga Garut. Meskipun kami sadar bahwa tidak ada kejadian yang tidak lepas dari kehendakNYA. Kami Dewan Adat Kabupaten Garut tidak menyalahkan siapapun dalam hal ini. Tetapi ada yang harus kami sampaikan tentang nilai- nilai Tradisi luhur di Garut yang harus diketahui oleh para Pengangung Negeri agar hal serupa tidak terjadi lagi

Garut merupakan wilayah Kabataraan atau Keramaian Pusat spiritual yang ditandai dengan berdiri kokohnya Gunung Cikuray atau Srimanganti sebagai puseur juga gunung – gunung yang mengelilingi kota Garut sebagai kemandalaan,sejarah panjang tentang Kerajaan Timbanganten, Kerajaan.

Kertarahayu,Galih Pakuan, Galuh Pakuan sebagai Pajajaran terakhir. 

Di dalam tradisi luhur Garut yang sekarang masih terjaga salah satunya yaitu mensakralkan bulan Muharram bulan yang disucikan sebagai awal pembuka tahun yang mana Bulan Muharam di tidak boleh kan atau Pamali Pengangung negri baik itu adipati tumenggung atau pun Demang untuk melaksanakan keriaan atau hajat pribadi karena bulan Muharram difokuskan untuk SEBA NAGARA yaitu Panglokatan/Ruwat wilayah bentuk rasa syukur atas kebaikan yg diraih di tahun kebelakang serta berdoa tolak bala agar tahun kedepan lebih baik makmur tentram kerta raharja,tradisi ini masih terjaga di Kemandalaan Panembong atau Ciburuy serta Ciela yang mana acara di dua tempat ini terjaga turun temurun dari ribuan tahun kebelakang

Di Ciela acara nyekar ke Batara Panembong diakhiri dengan syukuran juga membuka pusaka serta Peta Ciela yg dibuat 300 tahun sebelum tahun 1640 Masehi 

Di Ciburuy Acara SEBA diawali dengan ngikis dan ritual doa untuk keselamatan Negeri diakhiri dengan dibukanya Naskah Kuno yang pada zaman dahulu pemuka Negeri atau Gubernur bupati pada saat ini yang membacakan tentang naskah-naskah hidup sebagai petuah agar rakyatnya tetap didalam jalan Kemanusiaan adapun naskah yg di kupas pada masa itu adalah

Naskah Jati Raga yg ditulis oleh Prabu Darmasiksa

Naskah Sanghyang hayu

Naskah siksa kandang karesian

Naskah darma patanjala dan yang lain nya

Tradisi luhur ini dilakukan di bulan Muharram waktu khusus yg harus dilakukan oleh pemimpin negeri sebagai bukti pengabdian kepada tanah dan airnya.

Kejadian musibah hari jumat kemarin jumat legi Wekasan atau penutup jumat di bulan Muharram bertepatan dengan acara ritual khusus adat Ciela yaitu lungsur Pusaka dan membuka Peta Kerajaan Timbanganten,kemudian tujuh hari setelah hari jumat akan dilaksanakan acara Seba di Ciburuy rebo Wekasan rabu penutup akhir Muharram juga bertepatan dengan 7 harinya kejadian yg mengakibatkan warga Garut meninggal dunia.

Tidak ada hal yang kebetulan justru dengan ini Para petinggi negeri seyogyanya memperhatikan tradisi leluhur ini agar tidak terjadi hal serupa dan meninggalnya warga Garut bukan halnya sepele perlu kita semua renungkan dan petik pelajaran dari hal buruk ini

Dalam tradisi leluhur Garut ketika ada balai yg terjadi kepada masyarakat maka pemimpin harus secepatnya membuat sebuah lokatan atau permohonan maaf terhadap lemah cai juga seisinya atas kekurangan serta kesalahan dalam menempatkan waktu sehingga terjadi balai dengan cara berdoa sedekah bumi dan mengikuti acara SEBA agar kedepan semua terselamatkan.

Ini ungkapan kami sebagai warga Garut yang masih memegang adat dan tradisi Garut tanda menghormati para pemimpin kami karena kami punya kewajiban menerangkan dan memberi saran kepada para pemimpin kami agar kejadian serupa tidak terjadi juga pemimpin beserta masyarakatnya selamat sehat sejahtera

” Ada pepatah larangan teu meunang dirampak bubuyut teu menang dirubah bisi kena Mamala”paparnya.

Kilas Garut News

Recent Posts

Yudha Soroti Nasib Sepasang Lansia di Pakenjeng: Masuk Desil 1 Selama 13 Tahun Lumpuh, Bantuan Sembako Tak Kunjung Terealisasi

KILASGARUTNEWS.id|Potret kerentanan warga lanjut usia kembali mencuat di Kabupaten Garut. Anggota DPRD Kabupaten Garut dari…

58 menit ago

Dua Disabilitas di Karangpawitan Akhirnya Dapat Sembako, Dinsos Garut Respons Laporan LKS Al Usman

KILASGARUTNEWS.id|Setelah sekian lama menunggu perhatian dan belum mendapatkan bantuan sosial dari Kementerian Sosial, dua warga…

1 hari ago

Rapat Tahunan HPSI Gadjah Putih Mega Paksi Pusaka Pusat DPC Garut, Perkuat Konsolidasi dan Persaudaraan

KILASGARUTNEWS.id|Menjadi momentum penting bagi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Garut Himpunan Pencak Silat Indonesia (HPSI)…

1 hari ago

Garut Diperketat! Kapolres dan Dandim Pimpin KRYD, 4 Penjual Miras Diamankan

KILASGARUTNEWS.id|Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Kapolres Garut AKBP Niko N Adi Putra,…

1 hari ago

Polisi Menyamar Jadi Pembeli, Transaksi COD Miras di Tarogong Kidul Berujung Penangkapan

KILASGARUTNEWS.id|Satuan Reserse Narkoba Polres Garut mengamankan seorang pria berinisial KCS (40), warga Kecamatan Tarogong Kidul,…

1 hari ago

Cari Sisa Padi Usai Panen, Lansia 88 Tahun Ditemukan Meninggal di Kebun Jagung Leles

KILASGARUTNEWS.id|Warga di Kampung Cipatat RT 01 RW 11, Desa Leles, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, dikejutkan…

1 hari ago