KILASGARUTNEWS.id|Penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pasir Bajing, Kabupaten Garut, diklaim hampir sepenuhnya tuntas. Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyebut penanganan titik api telah mencapai hampir 99 persen dan kendaraan pengangkut sampah kini sudah dapat kembali masuk serta beroperasi secara normal.
Kepastian tersebut disampaikan Syakur seusai memberikan keterangan pers, Rabu (14/10/2026). Meski demikian, penanganan kebakaran bukan berarti persoalan pengelolaan sampah di TPA Pasir Bajing telah selesai seluruhnya.
“Tadi laporan terbaru saya bahwa sudah hampir 99% tertangani,” ujar Syakur.
Di tengah meredanya kebakaran, persoalan pengelolaan TPA kembali menjadi sorotan. Kekecewaan masyarakat yang berdampak pada menurunnya kepercayaan terhadap pengelolaan TPA menjadi perhatian pemerintah daerah.
Syakur mengakui kondisi tersebut dan menyatakan Pemkab Garut akan berupaya memberikan bantuan serta mencari solusi sesuai ketentuan yang berlaku.
Syakur turut menyoroti besarnya beban sampah yang harus ditangani setiap hari, sementara anggaran pengelolaan TPA masih terbatas.
Menurutnya, sekitar 300 ton sampah masuk ke TPA Pasir Bajing setiap hari. Kondisi itu membutuhkan dukungan anggaran dan sistem pengelolaan yang memadai agar persoalan serupa tidak terus berulang.
“Kita bisa bayangkan sehari ada 300 ton sampah yang masuk, sedangkan anggaran cuman 12 miliar,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, dari total anggaran Rp17 miliar yang dikelola Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut, hanya Rp5 miliar dialokasikan untuk pengelolaan TPA Pasir Bajing. Sementara itu, Rp12 miliar digunakan untuk biaya mobilisasi.
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian Pemkab Garut dalam menyusun langkah pembenahan pengelolaan sampah ke depan.
Untuk penanganan jangka panjang, Pemkab Garut berencana menambah anggaran pengelolaan TPA Pasir Bajing, termasuk memperluas zona penyangga atau buffer zone.
Tambahan anggaran direncanakan melalui anggaran perubahan, kemudian ditingkatkan kembali pada 2027 agar pengelolaan TPA dapat mendekati kondisi ideal.
“Itu kan tidak bisa sekaligus. Tapi tadi saya sampaikan bahwa dalam anggaran perubahan akan ada alokasi untuk itu. Tahun 2027 kita akan alokasi lebih banyak lagi supaya bisa mendekati ideal,” tambahnya.
Rencana tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan TPA, mengurangi risiko kebakaran, serta meningkatkan kualitas pelayanan persampahan di Kabupaten Garut.
Terkait penyebab kebakaran, Syakur menyebut adanya dugaan kelalaian, termasuk kemungkinan puntung rokok yang dibuang sembarangan menjadi sumber pemicu api.
Selain itu, tumpukan sampah berpotensi menghasilkan gas metana yang mudah terbakar apabila bertemu sumber api. Karena itu, pengawasan di kawasan TPA dinilai perlu diperketat untuk mencegah kejadian serupa.
Bupati meminta Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) meningkatkan pengawasan dan lebih aktif melibatkan warga sekitar dalam menjaga keamanan lingkungan TPA.
Ia menegaskan, evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari UPTD hingga dinas terkait. Pemerintah juga tidak ingin terburu-buru menyalahkan satu pihak sebelum seluruh aspek penanganan dan pengelolaan dievaluasi.
“Kita juga tidak serta-merta menyalahkan satu pihak, tapi ini menjadi pembelajaran untuk kita semua dan pasti kita evaluasi semuanya. Evaluasi mulai dari UPTD-nya, dinasnya, semuanya kita evaluasi. Ini butuh waktu serta tidak bisa diselesaikan dengan waktu yang sangat singkat,” pungkas Syakur.
Kini, setelah kendaraan pengangkut sampah kembali dapat beroperasi, tantangan berikutnya adalah memastikan pembenahan pengelolaan TPA Pasir Bajing benar-benar berjalan. Sebab, keberhasilan memadamkan api harus diikuti langkah nyata agar kebakaran tidak kembali terjadi dan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan persampahan di Kabupaten Garut dapat dipulihkan.
(DK)




























