Wabup Garut Berharap Wisata Kriya di Daerahnya Bisa Lebih Menonjol - Kilas Garut News

Wabup Garut Berharap Wisata Kriya di Daerahnya Bisa Lebih Menonjol

Avatar photo

- Reporter

Jumat, 24 Juni 2022 - 18:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kilas Garut News- Wakil Bupati (Wabup) Garut, dr. Helmi Budiman, berharap wisata kriya di Kabupaten Garut bisa lebih menonjol, karena menurutnya saat ini di daerahnya wisata yang menonjol adalah wisata alam.

“karena wisata kriya ini adalah wisata yang paling banyak mendatangkan keuntungan buat masyarakat, dan luas (atau) banyak yang terlibat, jadi kalau kita bagi wisata itu (ada) wisata alam, wisata kriya, (dan) wisata budaya, nah kriyanya ini sebenarnya yang harus kita dongkrak, kalau wisata alam Garut mah dimana wae indah gitu ya,” ujar Wabup Garut saat menghadiri acara Workshop Pengembangan Sentra Kerajinan Kulit di Kabupaten Garut yang dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Garut, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jum’at (24/6/2022).

Ia juga menilai bahwa Kabupaten Garut memiliki kerajinan kulit sebagai daya tarik wisata kriya ini, terlebih kerajinan kulit ini hanya baru ada di 3 kota di Indonesia.

“Karena di Indonesia itu mungkin hanya dua (atau) tiga daerah (yang ada kriya kulit), kita Garut dan Yogyakarta dan yang Surabaya, jadi selamat bapak ibu sekalian dan bapak ibu sekarang mudah-mudahan ini menjadi betul-betul (jadi) produk unggulan,” ucapnya.

Baca Juga :  Polsek Banjarwangi Hadiri Lomba Mopok Galeng

Selain itu, ia juga berharap melalui acara workshop ini, industri kulit di Kabupaten Garut bisa meningkat dan berkembang, salah satunya dengan munculnya rumah produksi khususnya kerajinan kulit.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Usaha Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) Republik Indonesia, Elvira Rosa Hadiningtyas, menuturkan acara ini merupakan salah satu tindak lanjut dari rencana besar antara pihaknya dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, untuk meningkatkan peran pengusaha dan pengrajin kulit untuk naik kelas.

“Karena ini adalah sudah menjadi amanat juga Pak Menteri Koperasi dan UKM (Teten Masduki) sebagai tindak lanjut kedatangan beliau juga di bulan Januari yang lalu, dengan membawa beberapa stakeholder baik dari Yayasan Poppy Dharsono dengan teman-teman atase perdagangan gitu untuk nantinya kita bisa bersama-sama mengembangkan kerajinan kulit Garut ini ke level yang lebih baik,” tutur Elvira.

Baca Juga :  Bencana Banjir Lumpur dan Longsor di Samarang Akibatkan Sejumlah Rumah dan Lahan Pertanian Habis Tergerus

Ia juga memaparkan saat ini pihaknya sedang melakukan komunikasi secara intens dengan berbagai pihak salah satunya dari pihak Italia, agar bisa membantu menaikan kelas pengrajin kulit di Kabupaten Garut, khususnya dengan memberikan pengetahuan terkait keahlian dan dukungan investasi untuk pengembangan sentra kerajinan kulit.

“Namun demikian tentunya kita tidak bisa diam saja ya menunggu gitu, ya menunggu kedatangan expertise (keahlian) itu dan kami berpikir akan lebih baik kita melakukan hal kecil apapun itu step by step untuk tetap bergerak, untuk tetap memberikan pendampingan dan pelatihan kepada bapak ibu pengrajin kulit di Garut ini, sehingga nantinya kalau memang kita ingin mengembangkan sentra kerajinan kulit Garut ini lebih baik lagi kita tidak lagi tidak mulai dari nol lagi gitu ya,” tandasnya.(Agus*).

Berita Terkait

Kasatresnarkoba hingga Kapolsek Berganti, Polres Garut Lakukan Penyegaran Jabatan
Hari Santri 2026, Pemkab Garut Salurkan Dana Hibah untuk 9 Pondok Pesantren
Sampah Garut Tak Bisa Terus Bergantung pada TPA, Putri Karlina Dorong Perubahan dari Rumah
382 Kios dan Sarana Dagang Terdampak Kebakaran Pasar Andir, Pemkab Garut Kebut Pemulihan
Lapad Ruhama Dinsos Garut Dampingi Remaja Penderita Tifus, Akses Jaminan Kesehatan Jadi Sorotan
Kendaraan Dinas Dikerahkan, Kapolsek Cibalong Berjuang Salurkan Air Bersih ke Warga
Ketua FLKSI Jabar Deden Kurnia, Sertifikasi SDM Kesos Bukan Sekadar Formalitas, Perlindungan Penerima Manfaat Harus Jadi Prioritas
Bupati Garut Bongkar Kesenjangan Partisipasi Sekolah: Wajib Belajar 13 Tahun Terancam Jika Anak Masih Putus Pendidikan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:46 WIB

Kasatresnarkoba hingga Kapolsek Berganti, Polres Garut Lakukan Penyegaran Jabatan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:43 WIB

Hari Santri 2026, Pemkab Garut Salurkan Dana Hibah untuk 9 Pondok Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:40 WIB

Sampah Garut Tak Bisa Terus Bergantung pada TPA, Putri Karlina Dorong Perubahan dari Rumah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Lapad Ruhama Dinsos Garut Dampingi Remaja Penderita Tifus, Akses Jaminan Kesehatan Jadi Sorotan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Kendaraan Dinas Dikerahkan, Kapolsek Cibalong Berjuang Salurkan Air Bersih ke Warga

Berita Terbaru

 

ALERT : Content Is Protected !!