Redaksi Kilas

Tudingan Bantuan Korban Kapal Tenggelam Dikorupsi Viral di TikTok, Kades: Dana Belum Cair

KILASGARUTNEWS.id|Bantuan bagi korban kapal tenggelam yang bersumber dari Pemerintah Daerah (Pemda) Garut menjadi sorotan setelah sebuah video yang beredar di media sosial TikTok menyebut bantuan tersebut belum diterima para korban.

Video tersebut kemudian viral dan memancing beragam komentar dari warganet. Bahkan, muncul tudingan di kolom komentar yang mengarah kepada dugaan adanya penyalahgunaan atau pemotongan bantuan oleh pihak desa.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan, Agus Mulyadi, angkat bicara. Ia membantah tudingan bahwa bantuan tersebut dikorupsi atau ditahan oleh pemerintah desa.

Agus menyampaikan penjelasan tersebut saat ditemui awak media Kilas Garut News di Kantor Desa Situsaeur, Selasa (29/9/2026).

Agus menjelaskan, bantuan dari Pemda Garut memang hingga kini belum dicairkan. Namun, menurutnya, kondisi tersebut bukan berarti bantuan ditahan ataupun diselewengkan oleh pemerintah desa.

“Itu tidak benar kalau dibilang dikorupsi oleh desa. Dana memang belum cair, bukan kami tahan. Perlu menunggu tahapan proses pencairan,” ujar Agus.

Ia menerangkan, bantuan tersebut tidak berupa dana tunai yang langsung ditransfer ke pemerintah desa. Pencairannya melalui sejumlah tahapan administrasi dan verifikasi oleh instansi terkait.

“Prosesnya itu dari BPBD atau Dinas Sosial Garut, verifikasi data korban, lalu ke BPKAD untuk pencairan. Desa hanya mengusulkan data korban, tidak memegang uangnya sama sekali. Jadi tidak mungkin kami korupsi,” tegasnya.

Menurut Agus, pemerintah desa hanya menjalankan fungsi pengusulan dan pendataan warga yang menjadi korban. Sementara proses pencairan berada pada mekanisme pemerintah daerah melalui instansi terkait.

Agus juga menjelaskan bahwa para korban kapal tenggelam sebelumnya telah menerima bantuan dari sejumlah pihak.

Di antaranya bantuan dari Gubernur Jawa Barat, Polres Garut, serta BAZNAS Kabupaten Garut yang disalurkan dan diterima langsung oleh para korban.

Ia juga meluruskan mengenai bantuan sebesar Rp5 juta yang diterima korban. Menurutnya, bantuan tersebut bukan berasal dari perusahaan, melainkan bantuan dari Gubernur Kalimantan Selatan.

“Alhamdulillah, sejauh ini korban kapal tenggelam sudah menerima bantuan, mulai dari Gubernur Jawa Barat, Polres Garut, BAZNAS Kabupaten Garut yang langsung diterima korban. Termasuk bantuan Rp5 juta yang juga langsung diterima korban, dan itu bukan dari PT, tetapi dari Gubernur Kalimantan Selatan,” jelas Agus.

Agus mengaku pihak desa juga berharap bantuan dari Pemda Garut dapat segera dicairkan sehingga bisa diterima para korban.

Ia meminta masyarakat tidak mudah mengambil kesimpulan hanya berdasarkan informasi yang beredar di media sosial.

“Kami juga ingin cepat cair. Bantuan dari Pemda kami tunggu dan kami berharap masyarakat jangan mudah terprovokasi isu di TikTok. Kalau ada yang tidak jelas, silakan tanya langsung ke desa. Pintu kami terbuka,” katanya.

Agus juga menyampaikan imbauan kepada para korban agar tetap bersabar selama proses administrasi dan pencairan bantuan berlangsung.

Ia sekaligus menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan kepada warga Desa Situsaeur yang terdampak musibah kapal tenggelam.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jawa Barat, Polres Garut, Pemda Garut, serta BAZNAS Garut yang telah membantu warga kami. Kepada para korban, kami mohon tetap bersabar,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak Pemerintah Kabupaten Garut melalui dinas terkait belum memberikan keterangan mengenai penyebab belum cairnya bantuan tersebut hingga berita ini diterbitkan.

Kilas Garut News masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait untuk memperoleh penjelasan mengenai tahapan, mekanisme, serta kendala pencairan bantuan bagi para korban.

(Wan)

Kilas Garut News

Recent Posts

Pelayanan Adminduk Garut Bersinar, Tiga Penghargaan Tingkat Jawa Barat Berhasil Diraih

KILASGARUTNEWS.id|Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut kembali menorehkan prestasi di tingkat Provinsi Jawa Barat. Tahun 2026, Garut…

2 jam ago

Dini Hari di Jalan Ibrahim Adjie, 4 Pemuda Diduga Mabuk Diamankan Polisi

KILASGARUTNEWS.id|Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat terus dilakukan jajaran Polres Garut. Satuan Samapta Polres Garut…

2 jam ago

Fantastis 76.321 Butir Obat Keras Digulung Polsek Bayongbong

KILASGARUTNEWS.id|Peredaran obat-obatan yang termasuk obat keras kembali diungkap jajaran kepolisian di Kabupaten Garut. Polsek Bayongbong…

2 jam ago

Toreh Prestasi hingga Sikat Peredaran Obat Keras, 30 Personel Polres Garut Terima Penghargaan

KILASGARUTNEWS.id|Sebanyak 30 personel Polres Garut menerima penghargaan atas prestasi, dedikasi, dan keberhasilan dalam menjalankan tugas…

3 jam ago

Bupati Garut Pimpin Apel Gabungan, 109 PPPK Paruh Waktu Tak Diperpanjang Kontrak

KILASGARUTNEWS.id|Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memimpin apel gabungan di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut,…

23 jam ago

Siswa SMKN 4 Garut Diduga Dikeroyok Belasan Orang, Terbaring Luka dan Trauma

KILASGARUTNEWS.id|Dugaan pengeroyokan terhadap seorang pelajar kembali mencuat di Kabupaten Garut. Seorang siswa kelas X SMKN…

2 hari ago