Kilas Islami

Ini Alasannya Bupati Garut Larang Pembangunan Mesjid Ahmadiyah

KILAS GARUT NEWS – Pada tanggal 6 Mei 2021 lalu, Pemerintah Daerah Kabupaten Garut menyegel pembangunan mesjid jemaat Ahmadiyah di Kampung Nyalindung, Desa Ngamplang, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut.

Penyegelan itu membuat banyak kontroversi dan tanggapan-tanggapan dari berbagai kalangan tokoh agama maupun tokoh masyarakat, bahkan sampai menjadi isu nasional.

Hari ini Bupati Garut menjelaskan ataupun mengklarifikasi terkait mengapa Pemerintah Daerah Garut menyegel Pembangunan Mesjid Jemaat Ahmadiyah.

Melalui Pres Conferencenya Bupati Garut mengatakan, ” Ya tentang masalah yang berhubungan dengan mesjid Ahmadiyah di Kabupaten Garut, ini berbagai masalah yang begitu banyak berkomentar.

” Nah Saya tegaskan kembali, bahwa Ahmadiyah itu bukan ajaran islam, ahmadiyah itu tidak bisa disamakan dengan bagian dari ormas islam, mereka (ahmadiyah-red) maunya begitu, Ya tidak bisa karena mereka tidak bisa disamakan dengan nadhlatul ulama (NU), dengan muhammadiyah, dengan persis dan lain sebagainya.”ungkapnya.Senin (10/5/2021).

” Dan tentu kami beranggapan bahwa Ahmadiyah itu yang dilarang, Ajarannya adalah jelas bahwa itu tidak sama dengan pada umumnya seperti kita yang beriman pada nabi besar Muhammad SAW sebagai utusan Alloh SWT, Dan tentu Saya berharap, kita ini negara hukum, kalau seandainya surat edaran yang dikeluarkan oleh Bupati Garut itu bertentangan dengan undang-undang dasar 1945 silakan gugat ke MK, kalau bertentangan dengan undang-undang ajukan gugatan ke MK.”ujarnya.

” Dan kalau misalnya apa yang Saya lakukan sebagai Bupati Garut melarang, mendirikan masjid khusus Ahmadiyah, Ya itu bertentangan dengan etika pelaksanaan pemerintah, Ya tentunya kami akan dikoreksi oleh Wamendagri dan Pak Gubernur, Kami serahkan saja, Kita tidak usah berdebat lagi, keputusan itu adalah tetap, dasar hukum jelas, Saya selaku Bupati Garut dalam rapat Form Pimpinan Daerah Kabupaten Garut, mendengarkan berbagai pihak, mempelajari apa yang sudah terjadi, Demi ketentraman dan ketertiban masyarakat Garut, demi Ukhuwah Islamiyah, demi kami semua untuk memberikan rasa perdamaian terhadap agama lain, Kami lindungi di Garut, kami masuk ke berbagai tempat, di Kami ada gereja, di kami ada vihara, dan lain sebagainya, Kita rukun selama ini, di Garut tidak ada apa-apa.”terangnya.

” Saya bukan intoleransi, Saya hanya ada keyakinan bersama masyarakat Garut, Ahmadiyah itu bukan bagian dari islam, itu saja, bagi kami Ya terserah, terima kasih. “pungkas Bupati Garut.(Drix***)

Admin

Recent Posts

Bhabinkamtibmas Pangalengan Pastikan Pertanian dan Perkebunan Warga Tetap Produktif

KILASGARUTNEWS.id|Sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional, Bhabinkamtibmas Polsek Pangalengan Polresta Bandung melaksanakan kegiatan…

6 jam ago

Tak Hanya Jaga Kamtibmas, Bhabinkamtibmas Kertasari Aktif Dampingi Petani

KILASGARUTNEWS.id|Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional yang menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam mewujudkan…

6 jam ago

Dari Keamanan ke Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Cikancung Bergerak Bersama Warga

KILASGARUTNEWS.id|Sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan, Anggota Bhabinkamtibmas turut aktif melaksanakan…

6 jam ago

Ketahanan Pangan Jadi Fokus, Bhabinkamtibmas Baleendah Pantau Jagung dari Dekat

KILASGARUTNEWS.id|Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Bhabinkamtibmas Polsek Baleendah melaksanakan kegiatan pemantauan pertumbuhan tanaman…

6 jam ago

Lahan Jagung 2 Hektare Jadi Fokus Pendampingan Bhabinkamtibmas Dayeuhkolot

KILASGARUTNEWS.id|Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional, Bhabinkamtibmas Desa Cangkuang Kulon Polsek Dayeuhkolot Polresta Bandung,…

6 jam ago

Bhabinkamtibmas Panundaan Bergerak, Lahan Jagung Produktif Jadi Fokus Pendampingan

KILASGARUTNEWS.id|Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional, Bhabinkamtibmas Desa Panundaan Polsek Ciwidey Polresta Bandung, Aipda…

6 jam ago