Redaksi Kilas

Gus Islah Bahrawi Isi Dialog Kebangsaan Kabupaten Garut

KILASGARUTNEWS.id|Bertempat di SMA Darussalam Wanaraja Kecamatan Wanaraja Kabupaten Garut telah di laksanakan kegiatan Dialog Kebangsaan Sosialisasi Kerukunan Umat Beragama dengan tema “Beragama, Berbangsa, Bernegara dalam Perspektif NKRI.”

Kapolres Garut AKBP Rio Wahyu Anggoro, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Wanaraja AKP Maolana mengatakan bahwa kegaiatan ini sangat penting untuk menjaga keutuhan NKRI. Rabu (29/3/2023)

Kegiatan tersebut dihadiri 300 peserta terdiri dari Kakesbangpol Garut H. Nurodin M.Si., Ketua FKUB Kab. Garut Drs. H. Mahyar Suara S.H., M.H, unsur Forkopimcam Kecamatan Wanaraja, Sukawening, Karangpawitan, Sucinaraja dan pangatikan serta Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama dari 5 Kecamatan.

Sebagai nara sumber adalah Kasubdit Kontra Ideologi Dit Cegah Densus 88 AT Mabes Polri Kombes Pol Ponco Ardani S.H., M.H. dan Tenaga Ahli Pencegahan Radikalisme Ekstrimisme Terorisme Mabes Polri Gus Islah Bahrawi.

Dalam Ceramahnya Gus Islah Bahrawi mengatakan kita yang beragama juga punya hak untuk berpolitik dan di wakili dalam kepentingan-kepentingan politik. Tapi jangan sekali-kali menunggangi agama untuk kepentingan politik karena semua sejarah telah memberi contoh kepada kita betapa bahayanya politisasi agama.

Ini memang betul-betul menjadi suatu ukuran bagi kita semua yang ada di Indonesia, ketika kepentingan politik itu menunggangi agama ujung-ujungnya adalah kejahatan.

Makanya mereka tahu khilafah ini tidak bisa hidup di bumi hari ini. Tidak ada satu pun negara yang menggunakan sistem ideologi khilafah hari ini, tapi itu selalu dihidupkan supaya ideologinya terjaga.

Saya selalu menolak tesis yang mengatakan khilafah ini sitem dari Tuhan. Tuhan tidak perlu politik, Tuhan tidak perlu negara. Tuhan sudah menciptakan alam semesta ini dan memilikinya

Islam terpecah karena kepentingan politik. Sehingga yang terjadi adalah gerakan kekerasan yang mendegradasi esensi agama.

Maka saya menginginkan untuk menyelamatkan Islam dari anggapan negatif, intoleran, ekstrimis, dan sejenisnya.

Lanjut Bahrawi, karena jika agama di bawa untuk kepentingan politik, maka perpecahan akan terjadi dimana-mana.

Bila ada perbedaan pendapat, lakukan diskusi yang mengedepankan ilmu pengetahuan, bukan emosi dan ambisi kekuasaan.

Dialog Kebangsaan diakhiri dengan tanya jawab oleh peserta, dan berakhir pukul 17.30 wib.

Kilas Garut News

Recent Posts

Kasat Reskrim Polres Garut Berganti, AKP Herman Saputra Siap Perkuat Penegakan Hukum

KILASGARUTNEWS.id|Polres Garut menggelar Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) yang…

3 jam ago

Sidak Tambang di Leles Berujung Sanksi, Tiga Lokasi Tak Bisa Lagi Beroperasi

KILASGARUTNEWS.id|Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, bersama Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi…

15 jam ago

Bupati Garut Buka Invitasi Voli SMKN 10, Cetak Bibit Atlet Masa Depan dari Cilawu

KILASGARUTNEWS.id|Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, membuka Invitasi Bola Voli ke-8 Tahun 2026 yang diselenggarakan di…

16 jam ago

Polres Garut Tuntaskan Kasus Korupsi Dana Desa Cipancar, Eks Kades Jadi Tersangka

KILASGARUTNEWS.id|Satreskrim Polres Garut berhasil menuntaskan penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi anggaran Dana Desa Tahun…

23 jam ago

Transaksi Obat Keras Digerebek, Pemuda Asal Aceh Diciduk Polisi di Cibatu

KILASGARUTNEWS.id|Upaya pemberantasan peredaran obat-obatan keras terbatas terus dilakukan jajaran Polres Garut. Kali ini, Polsek Cibatu…

1 hari ago

Ega Mahesa: Kemajuan Digital Harus Disikapi Bijak oleh Generasi Muda

KILASGARUTNEWS.id|Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut, Ega Mahesa Suardi, membuka kegiatan GEN Z…

3 hari ago