KILASGARUTNEWS.id|Anggota DPR RI komisi VII H Dony Maryadi Oekon kembali menggelar kegiatan pelatihan Pengolahan sampah Rumah tangga yang bekerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan diikuti para peserta dari jajaran unsur partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI – P) Kabupaten Garut,yang bertempat di Ballroom Hotel Santika pada Rabu (07/12/2022).
Menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Pengendali Limbah lingkungan,Sarkiwan Aditiya mengatakan,Alhamdulillah pelatihan ini berjalan lancar dan baik dengan antusias dari warga masyarakat . Bahkan ada permintaan dari berbagai masyarakat sendiri agar sistem pelatihan ini motorik. Jadi bukan hanya sebatas teori tapi lebih kepada arah praktek”ujar Sarkiwan kepada wartawan Rabu (07/12).
“Insyaallah dari kami sebagai peneliti siap terjun ke masyarakat mengaplikasikan ilmu dari diri sendiri ke masyarakat luas keterkaitan dengan sampah rumah tangga ini”
Lanjutnya, kita mengolah sampah mulai dari sumbernya yaitu, dari mulai pemilahan sampah sama organik dan juga sampah B3 yang sangat berbahaya sekali ya contoh, Ada Batu baterai,aki kemudian ada namanya limbah medis, kemudian juga ada seperti itu”jelasnya.
Menanggapi tentang yang berkaitan dengan kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota DPR RI komisi VII H Dony Maryadi Oekon Sementara itu,anggota DPRD Garut yang juga selaku ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kabupaten Garut, Yudha Puja Turnawan turut menyampaikan, tentu kita sangat mengapresiasi sekali terutama kepada dari badan riset inovasi nasional (BRIN) yang bekerjasama dengan Wakil ketua komisi 7 DPR RI dapil Garut yang mana telah menyelenggarakan pelatihan teknologi pengolahan sampah rumah tangga ini.”katanya
Bahkan menurutnya, hal ini menjadi penting karena di Kabupaten Garut estimasi hariannya kita yang sampah rumah tangga ini profesional masyarakat ada sekitar 1200 ton per hari. Nah kemudian manajemen pengangkutan persampahan yang dilakukan oleh dinas lingkungan hidup dan kebersihan hanya bisa mengangkut tiap hari sekitar 230 ton dengan armada 48 truk angkutan hanya melayani 13 kecamatan sehingga ada 900 ton lebih tidak terangkut setiap hari.
“Tentu hal pelatihan seperti ini menjadi peran penting untuk masyarakat bagaimana mengurangi sampah dari sumber rumah tangga mereka sendiri”
Maka tadi,sebut Yudha,tengah memberikan contoh Bagaimana menjadikan sampah rumah tangga, sampah menjadi pupuk organik ,kompos dengan beberapa ember seperti itu. Karena memang hari ini Garut permasalahan sampah adalah dengan mengurangi dari sumber yaitu dari rumah tangga itu sendiri nah semoga kawan-kawan yang hadir ini bisa Kemudian menginisiasi untuk bagaimana mereka mengurangi sampah dari rumah tangga mereka sendiri, kemudian imbuh Yudha, menjadi menilai ekonomis yang memberikan nilai manfaat seperti itu hari ini di Kabupaten Garut ini bisa sedikit berkurang”pungkasnya.
KILASGARUTNEWS.id|Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial Indonesia (FLKSI) Jawa Barat kembali melakukan kunjungan silaturahmi ke Dinas Pendidikan…
KILASGARUTNEWS.id|Polres Garut menggelar Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) yang…
KILASGARUTNEWS.id|Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, bersama Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi…
KILASGARUTNEWS.id|Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, membuka Invitasi Bola Voli ke-8 Tahun 2026 yang diselenggarakan di…
KILASGARUTNEWS.id|Satreskrim Polres Garut berhasil menuntaskan penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi anggaran Dana Desa Tahun…
KILASGARUTNEWS.id|Upaya pemberantasan peredaran obat-obatan keras terbatas terus dilakukan jajaran Polres Garut. Kali ini, Polsek Cibatu…