KILASGARUTNEWS.id|Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se- Kabupaten Garut gelar aksi menolak Undang- undang Cipta Kerja, Garut, Senin (03/04/2023). Dalam aksinya, Mahasiswa yang tergabung ini membawa tiga Point’ tuntutan utama.
“Kami dari BEM GARUT menginformasikan bahwasannya menolak undang undang cipta kerja dengan tiga tuntutan diantaranya,
1. Menuntut Presiden dan DPR RI untuk menghentikan segala bentuk pengkhianatan terhadap rakyat dan konstitusi.
2. Menuntut Presiden dan DPR RI untuk mencabut UU tentang penetapan Perpu Cipta Kerja yang menjadi Undang-Undang.
3. Meminta DPRD Kabupaten Garut untuk menyatakan sikap penolakan terhadap Perpu Cipta Kerja yang disahkan menjadi Undang- Undang.
Demikian hal tersebut diungkapkan Koordinator Aksi Aliansi BEM Se Kab. Garut, Adrian hidayat.Senin (03/03/2023).
Aksi dilakukan secara longmarch dari mulai Jalan Simpang Lima sampai ke gedung DPRD Jalan Patrios Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut. Bertujuan untuk melaksanakan audiensi dengan Ketua dan Para pimpinan DPRD Garut, meminta penolakan terkait UU Ciptaker.
Lebih lanjut Adrian menyampaikan ” Massa Aksi Hari ini adalah Seluruh Mahasiswa Se Kab. Garut yang tergabung dalam Aliansi BEM Se Kabupaten Garut, atas datangan kami kesini adalah untuk meminta DPRD Garut menolak Pengesahan PERPPU CIPTAKERJA “
Akan tetapi, Ketua DPRD Garut dan Para pimpinan DPRD tidak ada di tempat.”jelasnya
“Para Wakil Rakyat ini katanya hari ini tidak ada di rumah rakyat, Hal ini sangat membuat saya kecewa. Karena kami datang kesini dengan baik baik untuk beraudiensi dengan para pimpinan DPRD Garut”
Dengan hal tersebut,ia mengaku kecewa,dan mengultimatum terhadap Para pimpinan Dewan, Jika Dalam waktu secepatnya tidak ada tanggapan dari para pimpinan dewan, Maka BEM Se Kabupaten Garut akan Hadir dengan gelombang Aksi yang Lebih banyak.”tegasnya.
Aliansi BEM Garut mengalami kekecewaan yang mendalam dikarenakan para wakil rakyat yang katanya merakyat yang berjumlah 50 anggota hanya hadir 3 anggota,itupun yang bertahan sampai akhir hanya 2 anggota saja.”keluhnya
Kami aliansi BEM sangat heran kenapa bisa seperti itu? Dulu bangsa ini didirikan atas dasar orang orang yang mampu berfikir kendati orang yang tidak peduli dengan ijazah sekarang patut kita pertanyakan ijasah orang orang yang berada di DPRD Garut ini.
“Ketika mereka menindas kami itu disebut bisnis, tapi ketika kami melawan malah disebut kekerasan”.
Kami akan datang kembali dengan massa yang banyak. Kami akan merebus kata-kata sampai mendidih hingga meluap kemana-mana.”katanya.(Agus*).
KILASGARUTNEWS.id|Ketua Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial Indonesia (FLKSI) Jawa Barat, Deden Kurnia, S.Pd melontarkan pernyataan tegas…
KILASGARUTNEWS.id|Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri sekaligus membuka Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) KONI Garut Tahun…
KILASGARUTNEWS.id|Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial Indonesia (FLKSI) Kabupaten Garut melontarkan kritik keras terhadap anggaran kegiatan “Gebyar…
KILASGARUTNEWS.id|Warga Kecamatan Malangbong digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di tepi Sungai Cipedes, Kampung Karamat…
KILASGARUTNEWS.id|Jajaran Polsek Cikajang berhasil mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam tindak pidana penculikan dan…
KILASGARUTNEWS.id|Bencana tanah longsor terjadi di Jalan Raya Provinsi Bungbulang–Caringin, tepatnya di Desa Wangunjaya, Kecamatan Bungbulang,…