KILASGARUTNEWS.id|Semangat gotong royong ditunjukkan jajaran Polsek Cisurupan bersama unsur pemerintah, petugas penanggulangan bencana, relawan, dan masyarakat dalam mempercepat pemulihan lingkungan pascabanjir di Desa Balewangi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Selasa (27/10/2026).
Bersama-sama, mereka turun langsung membersihkan material lumpur dan sampah yang tertinggal akibat banjir di Kampung Pasar Kaler RT 01 RW 02, Desa Balewangi. Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut dipimpin Kapolsek Cisurupan, AKP Julius Siswantoro, S.E., bersama anggota Polsek Cisurupan dan berbagai unsur terkait.
Pembersihan dilakukan secara manual menggunakan cangkul, garpu, dan sekop untuk mengangkat lumpur serta sampah yang terbawa arus banjir. Langkah ini dilakukan agar lingkungan terdampak kembali bersih dan aktivitas masyarakat dapat berangsur normal.
Sejumlah unsur turut terlibat, di antaranya BPBD Kabupaten Garut, Dinas Pemadam Kebakaran, Tagana, pemerintah kecamatan dan desa, relawan, serta warga setempat.
Tak hanya membersihkan lingkungan di sekitar permukiman, petugas dan warga juga berupaya menyingkirkan sampah yang tertinggal di aliran sungai. Dengan bantuan aliran air, material sisa banjir dibersihkan agar tidak menghambat aliran sungai.
Upaya tersebut menjadi bagian penting dari pemulihan pascabencana, sekaligus menjaga kebersihan lingkungan setelah material lumpur dan sampah terbawa arus banjir.
Keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan ini menunjukkan pentingnya kerja sama lintas sektor ketika masyarakat menghadapi bencana. Kehadiran petugas bersama warga di lapangan diharapkan dapat mempercepat penanganan dampak banjir dan membantu masyarakat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman.
Di tengah potensi meningkatnya risiko banjir selama musim hujan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cisurupan akan melakukan evaluasi dan koordinasi bersama para pemangku kepentingan terkait.
Koordinasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi kebutuhan penanganan wilayah terdampak, mendorong perbaikan yang diperlukan, serta memperkuat upaya pencegahan guna meminimalkan risiko banjir berulang.
Penanganan pascabanjir tidak cukup hanya dengan membersihkan lumpur dan sampah. Upaya evaluasi, pemeliharaan lingkungan, serta kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem juga diperlukan agar dampak bencana dapat ditekan.
Melalui kegiatan gotong royong ini, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, petugas kebencanaan, relawan, dan masyarakat diharapkan semakin kuat.
Di tengah musibah, kepedulian dan kebersamaan menjadi kekuatan penting bagi warga untuk bangkit dan memulihkan lingkungan. Semangat inilah yang diharapkan terus terjaga di Kecamatan Cisurupan, sehingga masyarakat lebih siap menghadapi potensi bencana di kemudian hari.
(DK)
KILASGARUTNEWS.id|Peredaran gelap narkotika dan obat-obatan tertentu di Kabupaten Garut kembali menjadi sorotan. Dalam pengungkapan kasus…
KILASGARUTNEWS.id|Polres Garut menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Lodaya 2026 di Mapolres Garut, Senin (26/10/2026).…
KILASGARUTNEWS.id|Gelombang besar menerjang perahu nelayan Muara Jaya di perairan Santolo, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Minggu…
KILASGARUTNEWS.id|Dalam rangka mempererat silaturahmi, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta memperkuat toleransi di tengah keberagaman masyarakat,…
KILASGARUTNEWS.id|Polres Garut terus memperketat upaya pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Melalui Kegiatan Kepolisian…
KILASGARUTNEWS.id|Komandan Kodim (Dandim) 0611/Garut, Letkol Inf. Fahrisal Efendi Sinaga, S.I.P., didampingi Ibu Ketua Persit KCK…