Kilas Garut News- Kepolisian Sektor Leuwigoong melakukan pendataan sekaligus memberikan himbauan kepada Peternak antisipasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang bertempat di Kampung Citimbun Desa Dungusiku Kecamatan Leuwigoong Kabupaten Garut pada hari Rabu (01/09/2022) pukul 10.00 WIB sampai dengan selesai.
Bhabinkamtibmas Desa Dungusiku Polsek Leuwigoong melaksanakan kegiatan pendataan dan memberikan himbauan Kamtibmas kepada Peternak Domba sesuai himbauan yang disampaikan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat dalam rangka mengantisipasi penyebaran terkait adanya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak yang perlu dilakukan untuk mencegah penularan yang lebih luas mengingat bahwa penyebaran PMK sangat cepat.
Pelaksanaan kegiatan yang dilakukan tersebut meliputi beberapa pemberian himbauan-himbauan diantaranya Peternak dapat menunda sementara mengenai konteks ternak, seni ketangkasan, kegiatan pengadaan ternak, penyebaran ternak dan kegiatan lainnya yang beresiko menularkan Penyakit Mulut dan Kuku.
“Untuk saat ini di wilayah Kecamatan Leuwigoong tidak ada pasar hewan atau ternak dan tidak ada peternak skala besar hanya peternak skala rumahan. Sampai saat ini tidak ada juga hewan yang terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)” ungkap Kapolsek Leuwigoong IPDA Tatang Sukirman dalam laporan yang disampaikannya.
Ini adalah bentuk nyata pelaksanaan dari program “KASEP”, selama kepemimpinan Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono, SIK, M.Si
KASEP
Kepanjangan dari Kolaboratif, Adaptif, Solutif, Edukatif dan Presisi, adalah program prioritas Kepolisian Resor Garut, selama kepemimpinan AKBP Wirdhanto Hadicaksono, S.I.K., M.Si.
Pertama : Kolaboratif ini adalah, mengedepankan sinergitas dan kerjasama, yang baik dengan unsur Forkopimda dan pemangku kepentingan (stakeholder)
Dalam mengatasi permasalahan sosial dan kamtibmas diwilayah Kabupaten Garut, serta meningkatkan soliditas di internal Polres Garut dalam setiap pelaksanaan tugas.
Kedua : Adaptif. Ini adalah bagaimana kemampuan berfikir dan bertindak responsive, cepat, tepat dan terukur.
Dalam menghadapi dinamika, tantangan tugas dan perkembangan masyarakat diera digital, menerapkan pemolisian serta adaptasi kehidupan baru ditengah pandemi Covid-19.
Ketiga : Solutif, ini dalam hal mengedepankan mutu kualitas pelayanan sebagai upaya membangun simpati dan empati masyarakat, berfikir dan bertindak.
Mencari solusi serta mengedepankan solusi konstruktif dalam pemecahan masalah, baik dengan unsur eksternal maupun internal polres.
Keempat : Edukatif, adalah bagaimana menampilkan sosok polisi yang jadi panutan, mampu membangun interaksi yang harmonis dan efektif dengan masyarakat berinovasi.
Sehingga ini menjadi nilai tambah dan kemanfaatan yang baik untuk masyarakat luas maupun internal polres.
Kelima : Presisi atau menjadi anggota Polri yang Presisi adalah mempedomani arak bijak dan program prioritas bapak Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo.
Dalam mewujudkan POLRI yang Prediktif,Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan pada setiap pelaksanaan tugas Polres Garut. (Deden Kurnia*).
KILASGARUTNEWS.id|Dalam rangka kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128, TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat…
KILASGARUTNEWS.id|Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menekankan pentingnya kehadiran pemerintah di ruang digital untuk menjawab persepsi…
KILASGARUTNEWS.id|Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, secara resmi melantik serta mengambil sumpah jabatan para Pejabat Struktural…
KILASGARUTNEWS.id|Puncak peringatan Hari Kartini ke-147 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Gabungan Organisasi Wanita (GOW) ke-72…
KILASGARUTNEWS.id|Dalam rangka memperingati momentum Hari Bumi 2026, Kapolsek Pasirwangi IPTU Wahyono Aji, S.H., M.H menghadiri…
KILASGARUTNEWS.id|Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto menghadiri kegiatan kunjungan kerja Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsudin,…