Redaksi Kilas

Polres Garut Pastikan Isu Macan Turun Gunung dan Menerkam 3 Warga adalah Hoaks

KILASGARUTNEWS.id|Polres Garut memastikan informasi yang beredar melalui pesan berantai WhatsApp terkait adanya seekor macan yang turun gunung dan disebut telah menerkam tiga warga di kawasan Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, adalah tidak benar (hoaks).

Klarifikasi tersebut disampaikan setelah beredarnya narasi disertai video yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video yang diklaim sebagai korban serangan macan di Papandayan bukan berasal dari Kabupaten Garut. Kasi Humas Polres Garut, Ipda Susilo Adi, S.H., menjelaskan bahwa video yang beredar merupakan dokumentasi korban dalam peristiwa ledakan bom mortir di wilayah Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, sehingga tidak memiliki kaitan dengan isu adanya serangan satwa liar di kawasan Gunung Papandayan. Hal ini juga telah diklarifikasi oleh pengelola kawasan wisata Papandayan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai ataupun menyebarluaskan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Informasi mengenai adanya macan yang menerkam tiga warga di kawasan Gunung Papandayan adalah hoaks. Video yang beredar bukan merupakan kejadian di Garut, melainkan korban dari peristiwa ledakan di wilayah Cipatat, Kabupaten Bandung Barat,” ujar Ipda Adi Susilo saat ditemui awak media. Selasa (14/07/2026).

Kronologi kejadian tersebut yaitu ketiga korban menemukan bekas peluru jenis mortir dalam kondisi masih aktif. Tanpa menyadari bahaya, korban berusaha membuka proyektil dengan cara dipukul menggunakan palu hingga akhirnya meledak.

Polres Garut mengajak masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi informasi melalui sumber resmi sebelum membagikannya kepada orang lain.

Penyebaran informasi yang tidak benar dapat menimbulkan kepanikan dan keresahan di tengah masyarakat. Masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan informasi yang diduga merupakan hoaks, sehingga dapat dilakukan klarifikasi dan penelusuran lebih lanjut.

(DK)

Kilas Garut News

Recent Posts

Polres Garut Ungkap Dugaan Peredaran Sabu 5,07 Gram di Karangpawitan

KILASGARUTNEWS.id|Satuan Reserse Narkoba Polres Garut mengungkap dugaan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika jenis sabu di…

4 jam ago

Ketua FLKSI Jabar Deden Kurnia, Sertifikasi SDM Kesos Bukan Sekadar Formalitas, Perlindungan Penerima Manfaat Harus Jadi Prioritas

KILASGARUTNEWS.id|Ketua Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial Indonesia (FLKSI) Jawa Barat, Deden Kurnia, S.Pd., menegaskan bahwa peningkatan…

19 jam ago

Wamendikdasmen Buka Rakornas V di Garut, Revisi UU Sisdiknas Disorot: Partisipasi Publik Tak Boleh Formalitas

KILASGARUTNEWS.id|Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Republik Indonesia, Prof. Latip Latipulhayat, secara resmi membuka…

19 jam ago

Bupati Garut Bongkar Kesenjangan Partisipasi Sekolah: Wajib Belajar 13 Tahun Terancam Jika Anak Masih Putus Pendidikan

KILASGARUTNEWS.id|Ambisi mewujudkan generasi unggul menuju Indonesia Emas masih menghadapi pekerjaan rumah serius di Kabupaten Garut.…

19 jam ago

API TPA Pasir Bajing Garut Hampir 99 Persen Tuntas, Bupati Soroti Sampah 300 Ton per Hari dan Anggaran Pengelolaan

KILASGARUTNEWS.id|Penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pasir Bajing, Kabupaten Garut, diklaim hampir sepenuhnya tuntas.…

19 jam ago

Bunda PAUD Garut Tekankan Pengembangan Anak Tak Cukup di Ruang Kelas, PAUDHI Jadi Kunci Generasi Unggul

KILASGARUTNEWS.id|Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Garut, Tinneke Hermina, menegaskan pengembangan anak usia dini…

20 jam ago