KILASGARUTNEWS.id|Kepedulian terhadap keluarga kurang mampu yang menghadapi persoalan kesehatan kembali menjadi perhatian Dinas Sosial Kabupaten Garut. Melalui layanan Lapad Ruhama, pendampingan diupayakan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan, termasuk keluarga yang mengalami kendala pembiayaan perawatan akibat kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) nonaktif.
Kali ini, Febriani (16), warga Desa Sadang, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut, menjadi salah satu penerima pendampingan setelah menjalani perawatan akibat didiagnosis menderita tifus di Puskesmas Garawangsa, Kecamatan Sucinaraja. Kamis (22/10/2026).
Dalam menghadapi kondisi tersebut, pihak keluarga meminta bantuan pendampingan kepada Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Al Usman Sucinaraja untuk mengupayakan bantuan biaya perawatan melalui layanan Lapad Ruhama Dinas Sosial Kabupaten Garut.
Persoalan muncul ketika keluarga mengetahui bahwa kepesertaan BPJS PBI milik Febriani dalam kondisi nonaktif saat menjalani perawatan. Situasi ini menambah kekhawatiran keluarga yang harus menghadapi persoalan kesehatan sekaligus keterbatasan ekonomi.
Di tengah kondisi tersebut, petugas rawat inap Puskesmas Garawangsa mendapat apresiasi atas kesigapan dalam menangani pasien selama proses perawatan.
Kabar baiknya, kondisi Febriani kini telah pulih dan ia sudah dapat kembali beraktivitas seperti biasanya. Kesembuhan tersebut menjadi kebahagiaan bagi keluarga setelah melewati masa yang penuh kekhawatiran.
Kehadiran layanan pendampingan sosial menjadi penting bagi keluarga kurang mampu yang menghadapi kendala ketika membutuhkan pelayanan kesehatan. Melalui koordinasi dengan lembaga sosial dan instansi terkait, masyarakat diharapkan memperoleh informasi mengenai bantuan yang tersedia serta prosedur yang harus ditempuh.
Keluarga Febriani menyampaikan terima kasih kepada Dinas Sosial Kabupaten Garut melalui layanan Lapad Ruhama, LKSA Al Usman Sucinaraja, serta petugas Puskesmas Garawangsa yang telah membantu selama proses penanganan.
Pihak keluarga bersyukur Febriani kini telah pulih dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Kabupaten Garut, Devi, diharapkan terus mendorong penguatan pendampingan bagi masyarakat kurang mampu yang menghadapi persoalan kesehatan dan keterbatasan ekonomi.
“Ketika masyarakat kurang mampu menghadapi persoalan kesehatan, diperlukan koordinasi dan pendampingan agar keluarga mengetahui layanan serta bantuan yang dapat diakses. Kami berharap masyarakat yang mengalami kendala jaminan kesehatan dapat berkoordinasi dengan instansi terkait sehingga status kepesertaan dan langkah penanganannya dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan,” demikian draf pernyataan yang diusulkan.
Ketua LKSA Al Usman Sucinaraja, Deden Kurnia, menilai pendampingan bagi keluarga rentan merupakan bagian penting dari upaya memastikan masyarakat memperoleh informasi dan akses terhadap layanan yang dibutuhkan.
“Alhamdulillah, kami bersyukur Febriani kini telah pulih dan bisa kembali beraktivitas seperti biasanya. Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Sosial Kabupaten Garut melalui layanan Lapad Ruhama dan petugas Puskesmas Garawangsa yang telah membantu dalam proses pendampingan ini,” ujar Deden.
Ia berharap kejadian ini menjadi pengingat bahwa keluarga kurang mampu membutuhkan perhatian dan pendampingan ketika menghadapi persoalan kesehatan, terutama saat kepesertaan jaminan kesehatan mengalami kendala.
“Jangan sampai keluarga yang sedang menghadapi ujian sakit merasa berjuang sendirian. Lembaga sosial berupaya menjadi jembatan antara kebutuhan masyarakat dan layanan yang tersedia. Kami berharap persoalan BPJS PBI nonaktif dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan instansi terkait agar masyarakat memperoleh kejelasan mengenai hak dan prosedur yang dapat ditempuh,” tambah Deden.
Peristiwa yang dialami Febriani menjadi pengingat akan pentingnya koordinasi antara fasilitas kesehatan, lembaga kesejahteraan sosial, dan pemerintah daerah dalam membantu keluarga yang menghadapi persoalan kesehatan serta keterbatasan ekonomi.
Masyarakat, termasuk keluarga dalam kelompok desil 1 sampai dengan 5, membutuhkan informasi yang jelas mengenai layanan sosial, mekanisme bantuan biaya perawatan, serta prosedur penanganan apabila kepesertaan BPJS PBI tidak aktif.
Namun, status desil tidak secara otomatis menjamin penerimaan bantuan tertentu. Setiap program tetap mengikuti persyaratan, verifikasi, dan ketentuan yang berlaku.
Kesembuhan Febriani menjadi kabar baik bagi keluarga sekaligus pengingat bahwa pendampingan sosial yang tepat dapat membantu masyarakat melewati masa sulit. Ke depan, sinergi antarlembaga diharapkan semakin kuat agar keluarga rentan tidak kesulitan mencari informasi dan bantuan saat menghadapi keadaan darurat.
(DK)
KILASGARUTNEWS.id|Di tengah musim kemarau panjang yang membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih, kepedulian nyata ditunjukkan…
KILASGARUTNEWS.id|Kabar membanggakan datang dari pelosok Kabupaten Garut. Intan Padilah, siswi SMPN 1 Garut asal Desa…
KILASGARUTNEWS.id|Baja Fight Academy Kabupaten Garut terus mematangkan persiapan gelaran olahraga bela diri bertajuk Imperium Go…
KILASGARUTNEWS.id|Satuan Reserse Narkoba Polres Garut mengungkap dugaan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika jenis sabu di…
KILASGARUTNEWS.id|Ketua Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial Indonesia (FLKSI) Jawa Barat, Deden Kurnia, S.Pd., menegaskan bahwa peningkatan…
KILASGARUTNEWS.id|Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Republik Indonesia, Prof. Latip Latipulhayat, secara resmi membuka…