KILASGARUTNEWS.id|Jaringan relawan Ganjar Muda Padjajaran (GMP) menggandeng pelaku industri seni dan budaya untuk melestarikan seni budaya sunda pencak silat, debus, uji kentangkasan ular serta sepak bola api.
Salah satu olah raga yang banyak digemari di dunia adalah sepak bola. Namun ada yang menarik di Indonesia terutama di Padepokan-padepokan yang ada di Jawa Barat, bahwa ada sepak bola yang tidak seperti biasanya dan terbilang ekstrem.
Sepak Bola versi ekstrem ini dikenal dengan permainan sepak bola api. Seperti di Sumba Barat permainan ini biasa dimainkan dan disebut dengan nama Laliang. Di Pulau jawa khususnya di Jawa Barat permainan tersebut juga kerap dimainkan oleh murid-murid di pesantren.
Tokoh Pemuda sekaligus Pengusaha dan Kader Partai Hanura serta sebagai Bacaleg Bupati Garut Pilkada serentak 2024 mendatang, H. Alan Partimbang menghadiri kegiatan yang diadakan oleh Jaringan relawan Ganjar Muda Padjajaran (GMP) Kabupaten Garut dalam Acara Gelar Budaya Sunda, bertempat di Lapangan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu 8 Juli 2023.
“Kami sadar betul bahwa kondisi seni tradisional khususnya di Jawa Barat makin tergerus di tengah modernisasi. Kami hadir di sini berupaya untuk terus melestarikan kesenian khususnya Pencak Silat dan Tardisi Sepak Bola Api,” katanya, Sabtu 8 Juli 2023.
Dalam wawancaranya dengan awak media, H Alan berharap masyarakat semakin sadar dan peduli akan kebudayaan yang selama ini sudah menjadi identitas nusantara. Dirinya pun berkomitmen untuk merumuskan strategi lanjutan untuk terus menggencarkan kesenian khas Jawa Barat, terutama pada generasi muda.
“Pemuda saat ini harus mengenal akar budaya yang selama ini sudah melekat dalam jati diri bangsa. Melalui GMP atau pun Padepokan-padepokan lain agar bisa menggelar kegiatan yang mengarah kepada pemberdayaan seniman dan budayawan Jawa Barat. Kami ingin para seniman ini bisa terbantu terutama dalam hal perekonomian,” katanya.
Buchori selaku Pelaku Seni Bela Diri Pencak Silat dan juga adik dari H Alan Partimbang mengungkapkan pentingnya seni budaya dalam membangun peradaban bangsa. Dia mengimbau kepada generasi muda untuk terus mencintai budaya nusantara.
“Budaya adalah suatu jati diri bangsa, jika budayanya hilang maka bangsanya hancur. Saya berharap pada generasi muda untuk mencintai budaya nusantara. Karena dengan itu lah identitas suatu bangsa akan terlihat,” kata Buchori.
(Deden Kurnia*).
KILASGARUTNEWS.id|Peristiwa berdarah mengguncang warga Kampung Sindangsari RT 003 RW 007, Desa Mekarsari, Kecamatan Cibalong, Kabupaten…
KILASGARUTNEWS.id|Komitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik terus ditunjukkan Pemerintah Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut. Salah satunya melalui…
KILASGARUTNEWS.id|Memasuki musim hujan, para petani di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, justru dihadapkan pada…
KILASGARUTNEWS.id|Ada pemandangan berbeda dalam pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2026 yang digelar Satlantas Polres Garut. Sejumlah…
KILASGARUTNEWS.id|Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut menerima kunjungan kerja (kunker) dari jajaran Dewan Perwakilan…
KILASGARUTNEWS.id|Menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi basah pada musim hujan 2026–2027, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menegaskan…