Home / Kilas Terkini

Rabu, 29 Juni 2022 - 10:52 WIB

Smoking Area Kecamatan Garut Kota Beralih Fungsi Jadi Gudang Barang Bekas, Ketum DPP FPPG Angkat Bicara

Kilas Garut News-Smoking Area di Kantor Kecamatan Garut Kota berubah fungsi menjadi gudang barang bekas. Ruang khusus seluas 2 x 4 meter yang disediakan bagi para perokok di Area Kantor Kecamatan itu tidak dimanfaatkan sama sekali.

Para tamu maupun para PNS yang merokok berkeliaran sambil merokok di ruang lobby yang tidak pada tempatnya, dimana di dalam hal itu, sudah diatur dalam Perda Nomor 1 Tahun 2018.

“ Sudah disediakan smooking area, tapi ini kan malah dijadiakan gudang barang bekas, ini kan sudah jelas melakuakn pelanggaran terhadap aturan perda,” ujar Ketua FPPG Asep Nurjaman yang akrab disapa Asep Encuy. Rabu (29 Juni 2022) Siang

Baca Juga :  Peduli Kesehatan Penyintas Bencana Banjir Bandang, ACT-MRI & Komunitas Totok Punggung Garut Adakan Bakti Sosial

Lanjut ia, Padahal sudah jelas di Perda Garut Nomor 1 tahun 2018, pasal 13 disebutkan “Tempat kerja dan umum sebagaimana dimaksud dalam pasal 11 dan pasal 12 wajib menyediakan tempat khusus untuk merokok”.

Lebih jauh lagi disampaikan Ketua Umum DPP FPPG, Asep Nurjaman, kawasan smokinng area di kecamatan Garut Kota sudah ada, tapi aneh ko jadi beralih fungsi menjadi penyimpanan barang bekas.

Ia menilai Camat selaku pimpinan/penanggungjawabnya KTR yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 dan Pasal 36 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan dan/atau pidana denda paling banyak Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).

Baca Juga :  432 Calon Haji Kloter 39 Gelombang 2 Asal Garut Diberangkatkan 

“ Jelas Camat Garut Kota Melakukan pembiaran serta melawan peraturan daerah yang jelas mengatur secara rinci terkait kawasan tanpa rokok,” terangnya.

Sambung Asep, ia juga menilai Sekretaris Daerah sampai Asda 1 juga tidak serius dalam melakukan pembianan dan pengawasan terhadap para bawahannya, khususnya kepada camat dan sekmat. Dimana masih banyak yang tidak sinergis praktek kerja dilapangan .

“Seharusnya sekda sebagai panglima ASN, melakukan gerakan komprhensif dengan melakukan tindakan tegas kalau ada bawahannya yang diduga melakukan pelanggaran aturan,” Tegasnya. (Deden Kurnia/Indra*).

Berita ini 20 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Kilas Terkini

Peran Vital Diskominfo Garut, Dibalik Kesuksesan Pelantikan Kades Secara Virtual

Kilas Terkini

Pemkab Garut Berikan Dana Insentif Kepada Nakes di 67 Puskesmas

Kilas Terkini

Rumah Penyedia Miras Berhasil Digerebek Jajaran Polsek Karangpawitan Polres Garut, 47 Botol Miras di Jadikan Barang Bukti

Kilas Terkini

Anak Tenggelam Hingga Meninggal, Polsek Cibalong Polres Garut Bantu Evakuasi

Kilas Terkini

Silaturahmi Polres Garut Dengan Anggota Pasheman’90 Peraih Juara 1 Indonesia’s Got Talent Tahun 2022

Kilas Terkini

Meresahkan, Sat Samapta Polres Garut Giat Operasi Berantas Premanisme

Kilas Terkini

Siap-siap Formasi CPNS dan Formasi PPPK di Kabupaten Garut Akan Digelar, Ini Jadwalnya

Kilas Terkini

Bupati Garut Hadir di Al-Mashduqi Boarding School Garut, Gelar Vaksinasi Anak Usia 12-17 Tahun