Home / Kilas Pendidikan

Jumat, 26 November 2021 - 09:59 WIB

Pesan Bupati Garut di Hari HUT PGRI ke-76 dan Hari Guru Nasional ke 27

Kilas Garut News – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke–76 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) Ke–27 Tingkat Kabupaten Garut yang dilaksanakan secara vitual dan langsung terbatas di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamis (25/11/2021). Bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup), Bupati Garut, Rudy Gunawan,

Bupati Garut, Rudy Gunawan, bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup), dan membacakan sambutan tertulis dari Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Republik Indonesia (RI), Nadiem Makarim.

Dalam sesi wawancara dengan awak media, Rudy mengungkapkan, dalam momentum HUT PGRI dan HGN ini, pihaknya ingin meningkatkan martabat guru yang ada di Kabupaten Garut, apalagi sekarang guru ada yang Pegawai Negeri Sipil (PNS), ada yang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dan honorer.

Menurutnya, dengan Hari Ulang Tahun PGRI ini yang lebih penting martabat Guru harus lebih ditingkatkan.

Baca Juga :  PGRI Garut Gelar Do'a Bersama Dengan Para Guru Hadapi Wabah Virus Covid-19

“Kami sekarang lagi _controlling_ mengenai Guru non P3K, kan Guru itu ada yang Guru PNS, P3K dan non P3K. Jadi kami ingin melihat karena memang sistem CAT jadi juga ada disparitas sekarang ini ada yang P1 yang memenuhi _passing grade_ jadi kualitas gurunya harus menjadi tantangan ke depan,” ujar Bupati Garut.

Saat ini, imbuhnya, di Kabupaten Garut ada sekitar 8 ribu Guru honorer yang sudah masuk di Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Tahun ini ada sekitar 190 orang yang berpindah dari Non PPPK menjadi PPPK. Pihaknya tidak bisa membuat satu sistem sendiri karena semua diatur oleh pemerintah pusat melalui sistem Computer Assisted Test (CAT).

“Kalau CAT- nya tidak bagus meskipun sehari-harinya guru itu bagus, yah tidak bagus, jadi tidak memenuhi syarat,” tuturnya.

Baca Juga :  11 SMK di Garut Berhasil Mengadakan Job Fair, Rudy Gunawan : Ribuan Tenaga Kerja Sudah Terserap

Bupati menyampaikan, periode tahun 2022-2023 terdapat 1.000 orang  mengalami peralihan dari non P3K menjadi P3K, bahkan kemungkinan 2024 lebih banyak lagi, tergantung hasil tesnya lulus atau tidak.

“Tahun depan kami ada 1.000 orang tahun 2022-2023 untuk yang peralihan, mungkin 2024 lebih banyak lagi, tapi kalau tesnya tidak lulus yah tidak lulus,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Garut, Mahdar, mengatakan, pihaknya berbahagia bisa melaksanakan Upacara Peringatan HUT PGRI dan Hari Guru ke-27, walaupun pelaksanaan upacara dilaksanakan secara terbatas dan diikuti oleh kurang lebih 150 orang peserta.

Ia berharap dengan momentum hari Guru ini, para Guru tetap konsisten sebagai pendidik, walaupun selama masa Pandemi Covid-19 pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) cukup terganggu.

“Mudah-mudahan setelah ini guru tetap konsisten sebagai pendidik, karena dua tahun sudah pendidikan kurang bagus karena KBM tidak dilaksankan di sekolah.” tandasnya.(Deden Kurnia*)

Berita ini 5 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Kilas Pendidikan

Konkret ! BEM Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut Bawa Naskah Akademik Nasib Guru Honorer ke Baleg DPR RI

Kilas Pendidikan

ACT Garut Hadir di Pendeuy Berikan Mushaf Al-quran Untuk MTs Darul Munajjah

Kilas Pendidikan

Anggota Polsek Karangpawitan Melaksanakan Pembinaan Pelajar di SMP Muhammadiyah

Kilas Pendidikan

Hadirnya Kapolsek Tegalwaru Polres Karawang di Acara Perpisahan Diapresiasi Siswa 

Kilas Pendidikan

Personil Polsek Tirtajaya Polres Karawang Hadiri Undangan Perpisahan Siswa SMPN 2 Tirtajaya 

Kilas Pendidikan

17 Kabupaten/Kota se-Jawa Barat Ikuti Rakor Dewan Pendidikan Garut

Kilas Pendidikan

Kadisdik Garut Ade Manadin, S.Pd.M.Pd Lakukan Monitoring Vaksinasi SD dan PAUD di Kecamatan Mekarmukti

Kilas Pendidikan

Kapolsek Cisompet Polres Garut Pimpin Ops Knalpot Tidak Standar di SMAN 22 Cisompet